Reporter: Leni Wandira | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. XLSMART mulai mengoperasikan jaringan 5G dengan pendekatan blanket coverage atau cakupan luas di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempercepat adopsi 5G di tingkat nasional.
Layanan yang diberi nama XL Ultra 5G+ ini dikembangkan bersama ZTE dan diklaim telah menjangkau 24 kota di lima wilayah utama, termasuk Surabaya, Semarang, Medan, Makassar, dan Balikpapan hingga awal 2026.
Dalam peluncuran komersial di Surabaya, uji jaringan menunjukkan kecepatan unduh puncak hingga 769 Mbps, dengan rata-rata pengalaman pengguna di atas 500 Mbps. Kapabilitas ini disebut mampu mendukung kebutuhan data tinggi seperti streaming 4K/8K, cloud gaming, hingga aplikasi berbasis AR/VR.
Baca Juga: Jetour Menggelar Pameran di Mall, Tawarkan SUV Mulai Rp 381 Juta
"Jaringan ini juga telah divalidasi oleh Ookla sebagai “Jaringan 5G Tercepat di Indonesia Semester II 2025," ujar manajemen dalam keterangannya, Jumat (10/4).
Untuk mendukung implementasi tersebut, XLSMART dan ZTE telah mengintegrasikan lebih dari 20.000 BTS 4G serta membangun lebih dari 7.000 BTS 5G baru. Integrasi ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi spektrum sekaligus memperkuat koordinasi jaringan 4G dan 5G.
Strategi blanket coverage yang diusung menargetkan pemerataan akses 5G, sehingga layanan berkecepatan tinggi tidak hanya terkonsentrasi di titik-titik tertentu, tetapi bisa dinikmati lebih luas oleh pengguna.
Selain itu, penguatan jaringan juga diuji dalam event berskala besar seperti XL Ultraverse Festival di Surabaya. Dalam acara tersebut, jaringan mampu melayani lebih dari 10.000 pengguna secara bersamaan, termasuk untuk kebutuhan live streaming dan aktivitas digital lainnya.
ZTE juga memanfaatkan sistem pemantauan berbasis AI untuk memastikan performa jaringan tetap stabil, termasuk melalui perangkat digital seperti Mongoose dan VMAX yang memungkinkan pemantauan real-time.
Dengan pengembangan ini, XLSMART mulai mendorong transformasi jaringan menuju sistem yang lebih terintegrasi dan adaptif, seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas digital di berbagai sektor.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Optimalkan Armada Pasok LPG ke Wilayah dengan Akses Terbatas
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













