Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gelaran Electricity Connect 2026 yang diselenggarakan oleh Enlit Asia dan Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) meresmikan enam kerja sama strategis dengan total nilai investasi hijau sebesar Rp 3,3 triliun.
Untuk diketahui, Electricity Connect 2026 merupakan pameran dan forum energi yang digelar selama tiga hari, 22–24 September 2026, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City.
Adapun keenam kolaborasi yang dihasilkan dari gelaran ini mencakup pengembangan investasi hijau (green investment), teknologi bersih (clean technology), peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), serta penguatan infrastruktur energi.
Baca Juga: Wajib Halal Mulai Oktober 2026, Kemenperin Percepat Sertifikasi untuk IKM
Ketua Pelaksana Electricity Connect 2026 Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI), Arsyadany G. Akmalaputri, menjelaskan, capaian ini menunjukkan bahwa selain menjadi ruang diskusi, gelaran ini juga mendorong lahirnya kolaborasi konkret yang mendukung ketahanan energi dan pengembangan industri energi nasional.
"Selama tiga hari, kami melihat diskusi yang kuat mengenai tantangan sektor ketenagalistrikan, mulai dari kesiapan jaringan, kebutuhan investasi, teknologi, dan kebutuhan industri yang terus berubah. Bagi MKI, yang penting bagaimana pembahasan dapat berlanjut menjadi kerja sama yang bisa diterapkan," ujarnya dalam keterangan resmi, disiarkan Selasa (29/9/2026).
Ia menambahkan, Electricity Connect 2026 juga berhasil menggaet 11.000 peserta dan lebih dari 280 exhibitor selama tiga hari penyelenggaraan.
Portfolio Director Enlit Asia-Clarion Events Simon Hoare menambahkan, kehadiran peserta dari berbagai negara turut membuka ruang pertukaran pengalaman, networking, dan penjajakan kerja sama melalui business matching serta pertemuan di area pameran.
Simon juga menilai kolaborasi penyelenggaraan diskusi seperti ini menjadi penting, melihat permintaan listrik di Asia Tenggara yang terus meningkat, serta didorong oleh pertumbuhan ekonomi, data center, dan infrastruktur digital.
"Indonesia berada di pusat perubahan ini. Kami berharap koneksi yang terbentuk selama tiga hari ini dapat terus berkembang menjadi kolaborasi nyata bagi sektor energi di Indonesia dan ASEAN," tambah Simon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














