kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

ESDM batal revisi formula harga batubara acuan


Kamis, 14 Juli 2016 / 17:11 WIB
ESDM batal revisi formula harga batubara acuan


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Dikky Setiawan

Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) batal merevisi formula harga batubara acuan (HBA). Padahal, rencana revisi formula HBA tersebut sudah bergulir sejak tahun 2015. Sejumlah kalangan pun sudah menyampaikan usulan formula HBA.

"Formula HBA masih menggunakan yang selama ini dipakai," kata Sujatmiko, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM.

Sujatmiko menjelaskan, dianulirnya revisi formula HBA lantaran harga batubara belum membaik. Dia bilang, perubahan formula HBA berdampak negatif ke pasar, sehingga semakin menekan harga komoditas.

"Kami khawatir perubahan formula HBA menjadi sentimen negatif ke pasar," jelasnya.

Asal tahu saja, Formula HBA mengacu pada empat index yang dipakai yakni Indonesia Coal Index, Index Platts-59, New Castle Export Index (NEX) dan New Castle Global Coal Index (GC). Porsi masing-masing index sebesar 25%.

Revisi formula HBA bertujuan untuk mencerminkan harga batubara Indonesia sesungguhnya. Pasalnya, Indonesia merupakan penghasil terbesar batubara kalori rendah. Namun, harga batubaranya malah mengacu pada index pasar internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×