Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan, alokasi batubara untuk memenuhi kebutuhan domestik atau Domestic Market Obligation (DMO) pada 2026 hampir mencapai 159 juta ton. Di mana, DMO batubara untuk kebutuhan pembangkit listrik PT PLN sebesar 154 juta ton dan industri semen sekitar 5 juta ton.
Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan (Dirjen Gatrik) Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan, alokasi DMO batubara untuk PLN pada 2026 telah ditetapkan dan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasokan listrik sepanjang tahun.
"DMO kalau untuk angkanya kan kita untuk kebutuhan 2026 ini sekitar 150 juta ton, ini kan PLN kan khususnya, PLN itu 154 juta ton. Ini Insya Allah done," kata Tri di Kementerian ESDM, Minggu (18/10/2026).
Baca Juga: Pertamina Ungkap Pemulihan BBM di Bali Pasca Ganjil-Genap untuk Pengisian Pertalite
Sementara itu, kebutuhan batubara untuk industri semen relatif lebih kecil dibandingkan dengan kebutuhan listrik. Untuk itu, pemerintah mengalokasikan DMO batubara bagi industri semen sekitar 5 juta ton pada tahun ini.
"Semen kita carikan, sudah solved. Insya Allah (sudah aman). Kalau semen nggak begitu banyak, sekitar 5 juta something gitu lah," jelas Tri.
Ia menambahkan, pemerintah juga telah menyetujui kuota produksi batubara dalam revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 sekitar 700 juta ton. Adapun kuota produksi untuk nikel yang disepakati mencapai sekitar 290 juta ton.
"Batubara mencapai (700 juta ton). Nikel 290-an juta ton," ujar Tri.
Terkait kuota produksi batubara dan nikel dalam RKAB 2027 yang pengajuannya telah dibuka, Tri mengatakan pemerintah masih melakukan evaluasi.
"Belum, kan masih evaluasi," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













