Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mematangkan rencana penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif pengganti LPG 3 kilogram (kg) bagi masyarakat.
Pemerintah menargetkan penyiapan skema bisnis hingga pengujian infrastruktur dapat rampung agar program tersebut bisa diimplementasikan pada 2027.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman melaporkan, tahap pengujian awal penggunaan CNG tersebut telah berjalan selama satu bulan di lapangan.
Baca Juga: Produsen Elektronik Membidik Peluang Pasar Rumah Pintar di Jawa Timur
Saat ini, pemerintah tengah fokus melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap seluruh rantai proses, termasuk mematangkan skema bisnis yang akan diterapkan. Adapun evaluasi ini membutuhkan waktu beberapa bulan ke depan.
"CNG saya katakan sudah diuji selama satu bulan dan berikutnya kita evaluasi seluruh prosesnya termasuk skema bisnisnya seperti apa," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Rabu (13/10/2026).
Laode menambahkan, hasil evaluasi tersebut akan menjadi acuan sebelum skema pendistribusian CNG secara resmi diumumkan oleh Menteri ESDM. Pemerintah berharap seluruh persiapan teknis maupun keekonomian dapat selesai sesuai tenggat waktu sehingga implementasi di masyarakat bisa berjalan mulus.
"Jadi ini nanti akan memakan waktu beberapa bulan lagi sehingga kita harapkan di 2027 sudah bisa diimplementasikan Insya Allah," tuturnya.
Terkait dengan kesiapan sarana dan prasarana pendukung, pemerintah telah merancang kontrak pengadaan tabung CNG khusus untuk mendukung tahap awal implementasi.
"Kalau dalam kontrak pengadaannya itu kan minimal 100.000. (Kemarin dari China?) Iya itu," pungkasnya.
Baca Juga: Gapensi Soroti Peluang Kontraktor Lokal dari Aturan Baru Proyek Pemerintah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














