kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Gara-gara China harga batubara acuan jadi turun


Kamis, 08 Juni 2017 / 10:22 WIB
Gara-gara China harga batubara acuan jadi turun


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Harga batubara acuan kembali melemah dan anjlok hingga US$ 8,35 per ton pada bulan ini. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), harga batubara acuan di Juni 2017 tercatat US$ 75,46 per ton atau turun 9,96% dibandingkan Mei 2017 yang mencapai US$ 83,81 per ton. Kendati demikian, secara rata-rata harga batubara acuan tahun ini masih di US$ 80 per ton atau lebih tinggi dari rata-rata harga batubara acuan 2016 senilai US$ 61,84 per ton.

Jurubcara Kementerian ESDM Sujatmiko mengatakan, penurunan harga yang cukup signifikan tersebut dipengaruhi oleh kebijakan Pemerintah China. "Laporan tahunan PLTU di China rugi, sehingga Pemerintah China mengeluarkan kebijakan menurunkan harga batubara domestik," katanya, kepada KONTAN, Selasa (6/6). Walhasil, harga impor tertekan, akhirnya mempengaruhi harga batubara dunia. Efeknya, produsen batubara utama lain terpaksa menekan harga jual.

Deputi Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia Hendra Sinadia menyatakan, penurunan harga karena pasokan batubara di dunia sudah berlebih. Banyak penambang kembali menggenjot produksi, setelah terkendala faktor cuaca beberapa bulan terakhir

Di sisi lain, tingkat permintaan justru cenderung melemah, seperti di China dan India. "Ada ketidakpastian kebijakan Pemerintah China mengenai pengendalian produksi dan demand di India juga agak melemah, karena produksi dalam negeri meningkat," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×