kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.970   57,00   0,32%
  • IDX 5.707   63,87   1,13%
  • KOMPAS100 737   8,83   1,21%
  • LQ45 560   6,62   1,20%
  • ISSI 199   2,00   1,02%
  • IDX30 317   3,05   0,97%
  • IDXHIDIV20 391   1,68   0,43%
  • IDX80 84   0,91   1,10%
  • IDXV30 107   -0,06   -0,06%
  • IDXQ30 103   0,76   0,75%

Gara-gara China harga batubara acuan jadi turun


Kamis, 08 Juni 2017 / 10:22 WIB


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Harga batubara acuan kembali melemah dan anjlok hingga US$ 8,35 per ton pada bulan ini. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), harga batubara acuan di Juni 2017 tercatat US$ 75,46 per ton atau turun 9,96% dibandingkan Mei 2017 yang mencapai US$ 83,81 per ton. Kendati demikian, secara rata-rata harga batubara acuan tahun ini masih di US$ 80 per ton atau lebih tinggi dari rata-rata harga batubara acuan 2016 senilai US$ 61,84 per ton.

Jurubcara Kementerian ESDM Sujatmiko mengatakan, penurunan harga yang cukup signifikan tersebut dipengaruhi oleh kebijakan Pemerintah China. "Laporan tahunan PLTU di China rugi, sehingga Pemerintah China mengeluarkan kebijakan menurunkan harga batubara domestik," katanya, kepada KONTAN, Selasa (6/6). Walhasil, harga impor tertekan, akhirnya mempengaruhi harga batubara dunia. Efeknya, produsen batubara utama lain terpaksa menekan harga jual.

Deputi Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia Hendra Sinadia menyatakan, penurunan harga karena pasokan batubara di dunia sudah berlebih. Banyak penambang kembali menggenjot produksi, setelah terkendala faktor cuaca beberapa bulan terakhir

Di sisi lain, tingkat permintaan justru cenderung melemah, seperti di China dan India. "Ada ketidakpastian kebijakan Pemerintah China mengenai pengendalian produksi dan demand di India juga agak melemah, karena produksi dalam negeri meningkat," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×