kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Garuda Kantongi Izin Lego 8 Unit Boeing


Jumat, 07 Mei 2010 / 09:37 WIB


Reporter: Gentur Putro Jati |

JAKARTA. PT Garuda Indonesia (Persero) sudah mengantongi izin untuk menjual delapan unit sisa Boeing seri klasik dari pemegang saham.

"Kami yakin banyak maskapai nasional yang ingin membeli pesawat itu. Karena seluruh pesawat Garuda memiliki track record yang bagus dalam hal perawatan. Sehingga tidak akan mengecewakan. Namun, harus diakui pasaran harga pesawat saat ini sedang anjlok," kata Direktur Strategi dan Teknologi Informasi Garuda Elisa Lombantoruan.

Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar memastikan akan melakukan phase out atau menyingkirkan 16 pesawat Boeing seri klasik nya seiring dengan kedatangan 24 pesawat baru tahun ini. Terdiri dari 23 unit Boeing 737 New Generation (NG), dan satu unit Airbus 330-200.

Menurutnya sebagian dari 16 pesawat tua terdiri dari Boeing 737 300, 400 dan 500 seri klasik tersebut sudah habis masa sewa nya. Sehingga akan dikembalikan ke pihak lessor di Perancis. Sementara pesawat yang berstatus milik kemungkinan besar akan dijual ke maskapai lain atau diberikan ke Citilink.

Saat ini Garuda mengoperasikan 70 pesawat. Dengan rincian Boeing 747-400 sebanyak 3 unit, Airbus 330-300 sebanyak 6 unit, Airbus 330-200 sebanyak 4 unit, Boeing 737-800 NG sebanyak 23 unit, Boeing 737-400 sebanyak 19 unit, Boeing 737-300 sebanyak 10 unit, dan Boeing 737-500 sebanyak 5 unit.

Sementara, sampai 2014 nanti rencananya Garuda akan mengoperasikan 116 pesawat dengan komposisi 90 pesawat Boeing 737 NG dan 26 pesawat A330-200.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×