kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

GEMS targetkan penjualan batubara 9 juta ton


Senin, 10 Februari 2014 / 09:08 WIB
ILUSTRASI. Sesak napas adalah salah satu gejala anemia yang perlu diwaspadai.


Reporter: Agustinus Beo Da Costa | Editor: Tedy Gumilar

JAKARTA. PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) berniat menggenjot volume penjualan batubara dari 8,1 juta ton di 2012 menjadi sekitar 9 juta ton tahun ini. Pertumbuhan volume penjualan sekitar 11% itu diharapkan berasal dari pasar ekspor. Harapannya, porsi penjualan ekspor bisa lebih besar ketimbang pasar domestik.

Sudin, Sekretaris Perusahaan Golden Energy Mines bilang, mereka sedang aktif mengevaluasi berbagai opsi penjualan ke China dan India. Selain kedua negara itu, GEMS sudah memiliki pasar di Pakistan, Thailand, dan Malaysia. Untuk memperlancar bisnis, mereka sudah memiliki perusahaan perdagangan di Singapura.

Meskipun sudah mematok target volume penjualan, tetapi manajemen Golden Energy Mines belum berani mematok besaran target pendapatan dan laba. "Kami akan mengikuti perkembangan harga batubara di pasar," kata Sudin kepada KONTAN lewat surat elektronik, pekan lalu.

Produksi batubara Golden Energy berasal dari tiga anak usahanya, yakni PT Borneo Indobara yang menguasai konsesi seluas 24.100 hektare (ha) di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Ada  juga PT Karya Cemerlang Persada dengan konsesi 143 ha dan PT Kuansing Inti Makmur yang menguasai konsesi 2.610 ha di Kabupaten Bungo, Jambi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×