Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan sinyal bahwa PT Nations Petroleum entitas Arsari Group milik Hashim Djojohadikusumo akan membuka skema kemitraan dalam mengelola Wilayah Kerja (WK) Natuna D-Alpha.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengungkapkan, seluruh pemenang lelang migas saat ini tengah menyelesaikan berbagai tahapan administratif.
Pemerintah masih merampungkan proses persiapan awal sebelum para pemenang lelang resmi mengeksekusi rencana kerja di lapangan masing-masing.
Baca Juga: Intip Outlook Kinerja Amman Mineral (AMMN) Usai Sukses Cetak Laba di Semester I-2026
"Nanti kita sampaikan, karena semuanya yang pemenang lelang kemarin sekarang dalam proses persiapan semua," ujarnya saat ditemui di Balai Sudirman, Jakarta, Senin (21/9/2026).
Terkait dengan tantangan tingginya kandungan karbondioksida (CO2) di WK Natuna D-Alpha, Laode menegaskan, perkembangan teknologi saat ini telah meningkatkan kelayakan ekonomis proyek tersebut.
Menurutnya, kendala teknis yang dulu dinilai memberatkan pengembangan blok kini mulai teratasi oleh inovasi teknologi hilir migas modern.
"Betul, sekarang teknologi sudah maju, jadi hal-hal yang dulu dirasakan tidak ekonomis, sekarang sudah lebih ekonomis. Coba, ini contoh ya, dulu kalau kita bilang LNG, kita bicaranya kan 100 MM, sekarang ada mini LNG cuma 2 MMSCF, ada. Jadi sekarang tuh teknologi sangat maju," terangnya.
Mengenai potensi kerja sama teknis maupun pendanaan dengan pihak ketiga, Laode mengisyaratkan, opsi pengerjaan bersama mitra strategis sangat terbuka lebar. Berdasarkan rekam jejak pengelolaan proyek migas berskala besar di Indonesia, skema konsorsium atau kemitraan merupakan hal yang umum diterapkan.
"Pola-pola kerja sama tentu ada. Biasanya sih kalau yang sudah-sudah selalu ada kerja sama," tambahnya,
Baca Juga: Antam Berinovasi Optimalkan Likuiditas Lewat Sistem CMSysNP
Meski demikian, Laode masih enggan membeberkan lebih detail mengenai calon mitra yang bakal digandeng oleh PT Nations Petroleum.
Pemerintah menegaskan pengumuman resmi terkait mitra investasi maupun teknologi di Natuna D-Alpha baru akan disampaikan setelah seluruh proses persiapan tuntas.
"Kita belum bisa umumkan ya," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Kementerian ESDM mengumumkan pemenang lelang Wilayah Kerja (WK) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Tahap I Tahun 2026.
Ini mencakup lelang penawaran langsung untuk WK Sapukala dan Natuna D-Alpha, serta lelang reguler area studi ABT 2025 untuk sejumlah WK lainnya. Dalam pengumuman ini, terdapat beberapa perusahaan besar yang berhasil mengamankan hak pengelolaan blok migas potensial tersebut.
Di antara deretan pemenang lelang tersebut, terdapat nama PT Nations Petroleum yang memenangkan pengelolaan WK Natuna D-Alpha. Perusahaan ini menjadi salah satu entitas bisnis PT Arsari Group kepunyaan Hashim Djojohadikusumo, adik dari Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Bunga The Fed Naik, Ekspansi Manufaktur Makin Berat
Berdasarkan data Kementerian ESDM, PT Nations Petroleum memenangkan WK Natuna D-Alpha dengan total nilai komitmen pasti tiga tahun pertama mencapai US$ 103,30 juta. Selain itu, perusahaan juga menyetorkan bonus tanda tangan sebesar US$ 200.000.
Komitmen pasti PT Nations Petroleum mencakup 3 paket G&G Study, akuisisi dan pemrosesan data seismik 3D seluas 591 km2, serta 1 Pilot Unit Design and Engineering. Rencana kerja ini juga dilengkapi kajian CO2 Integrated Study hingga kegiatan pemboran eksplorasi.
Tak hanya itu, perusahaan tersebut juga berkomitmen melubangi 1 sumur appraisal dan 1 sumur eksplorasi. Langkah ini diharapkan dapat membuka potensi cadangan migas raksasa yang berada di kawasan strategis Natuna D-Alpha.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














