Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - SINGAPURA/JAKARTA. Grup Shandong Nanshan China berencana membangun kilang minyak di Pulau Bintan, Indonesia, tempat perusahaan swasta tersebut beroperasi.
Perusahaan-perusahaan China telah berupaya mendirikan kilang minyak di Asia Tenggara, karena permintaan bahan bakar terus meningkat. Sementara konsumsi minyak domestik Tiongkok mencapai puncaknya karena elektrifikasi armada otomotif yang pesat.
Sumber-eumber Reuters menyebutkan, Grup Nanshan, produsen aluminium yang juga memiliki saham di perusahaan penyulingan minyak besar China, Yulong Petrochemical, berencana membangun kilang minyak mentah berkapasitas 100.000 barel per hari di zona ekonomi khusus Galang Batang di Bintan. Pulau ini berjarak sekitar satu jam perjalanan feri dari Singapura yang dikenal dengan resor liburannya.
"Nanshan sedang melanjutkan desain kilang dan dalam proses memformalkan rencana investasi terperinci termasuk konfigurasi bagian petrokimia dari kompleks tersebut," kata seorang sumber yang memiliki pengetahuan langsung tentang proyek tersebut kepada Reuters, Rabu (4/2/2026).
Baca Juga: Pertamina Datangkan 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair ke Kilang Cilacap
Kilang tersebut juga akan memproduksi kokas minyak bumi, residu berat yang digunakan sebagai bahan baku untuk pabrik peleburan aluminium yang direncanakan Nanshan untuk dibangun sebagai perluasan fasilitas alumina di zona ekonomi yang sama, tambah sumber tersebut.
Beberapa rencana untuk kilang minyak baru di Indonesia yang didukung oleh perusahaan negara Timur Tengah termasuk Saudi Aramco dan Kuwait Petroleum gagal terwujud dalam beberapa tahun terakhir.
Rencana Nanshan untuk kilang yang relatif kecil adalah untuk "menjajaki pasar" karena "kondisi pasar dan lingkungan peraturan yang tidak pasti" di Indonesia, kata sumber tersebut.
Bambang Wijanarko, seorang pejabat senior di Badan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus Indonesia, mengatakan, Nanshan berencana untuk menginvestasikan hingga Rp 30 triliun (US$ 1,79 miliar) untuk tahap pertama pembangunan kilang dan pabrik petrokimia, dengan target investasi hingga Rp 150 triliun selama lima tahun.
"Nanshan masih memenuhi persyaratan untuk mendapatkan izin yang diperlukan," kata Wijanarko kepada Reuters melalui pesan teks, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Baik sumber Reuters maupun Bambang tidak memberikan jadwal pasti untuk dimulainya pembangunan.
Namun, Nanshan telah mulai merekrut insinyur dan manajer yang berpengalaman dalam pembangunan dan pengoperasian kilang, menurut dua sumber industri terpisah yang mengetahui masalah tersebut.
Shandong Nanshan Aluminium Co Ltd, unit aluminium utama grup tersebut, tidak menanggapi permintaan komentar soal ini
Baca Juga: Kilang Balikpapan Memproduksi BBM Euro 5, Indonesia Setara Negara Maju
Selanjutnya: Pengguna BRImo Capai 45,9 Juta User, Transaksi Tembus Rp 7.057 Triliun di 2025
Menarik Dibaca: Promo Alfamart Home Care 1-15 Februari 2026, Attack-Wipol Diskon hingga 35%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












