kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45874,12   -12,06   -1.36%
  • EMAS1.329.000 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Gunung Raja Paksi (GGRP) optimistis raih cetak laba bersih US$ 54 juta di tahun 2021


Jumat, 10 Desember 2021 / 16:30 WIB
Gunung Raja Paksi (GGRP) optimistis raih cetak laba bersih US$ 54 juta di tahun 2021
ILUSTRASI. Pabrik baja?PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP).


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) optimistis kinerja perusahaan di tahun ini bakal moncer. Tak ayal, Gunung Raja Paksi pun menargetkan pendapatan dapat mencapai US$ 700 juta di akhir 2021.

Presiden Direktur GGRP Abednedju Giovano Warani Sangkaeng menambahkan, perusahaan juga memproyeksikan laba bersih capai US$ 54 juta di sepanjang tahun 2021.

“Kami sangat optimis untuk mencapai hal ini, tentu didukung oleh harga (baja) pasar domestik yang sudah mulai pulih,” ujar pria yang akrab dengan sapaan Argo ini dalam acara paparan publik virtual yang digelar Jumat (10/12).

Proyeksi kinerja GGRP tersebut lebih baik jika dibandingkan dengan realisasi tahun lalu. Mengutip laporan keuangan perusahaan, GGRP membukukan penjualan bersih sebesar US$ 613,00 juta di tahun 2020. Setelah dikurangi berbagai pos beban pengeluaran yang ada, GGRP juga masih mencatatkan rugi tahun berjalan US$ 8,95 juta di akhir 2020.

Optimisme GGRP mengejar pertumbuhan kinerja bukannya tanpa alasan. Manajemen GGRP mencatat, harga baja dunia juga cenderung menunjukkan perbaikan sejak tahun 2020 lalu.

Baca Juga: Ini alasan Gunung Raja Paksi (GGRP) yakin cetak laba di tahun 2021

Seturut harga baja dunia yang mendaki, harga jual rata-rata alias average selling price (ASP) produk baja GGRP pun meningkat 46% secara tahunan alias year-on-year (yoy) dari semula US$ 592 per ton pada Januari-September 2020 menjadi US$ 863 per ton di Januari-September 2021.

Di sisi lain, GGRP juga terus berupaya menerapkan strategi kontrol ketat  atas harga beli bahan baku dan harga jual barang jadi. Kedua faktor ini membuahkan hasil yang positif.

Meski volume produksi dan volume penjualan GGRP menyusut di sembilan bulan pertama tahun ini, perusahaan tetap mampu membukukan penjualan sebesar US$ 502,43 juta. Jumlaj itu tumbuh 7,47% dibanding realisasi periode sama tahun lalu yang sebesar US$ 467,48 juta.

Dari raihan penjualan bersih itu, GGRP mengantongi laba periode berjalan sebesar US$ 40,20 juta pada Januari-September 2021. Sebelumnya, GGRP mencatatkan rugi periode berjalan US$ 14,95 juta di Januari-September 2020.

 

“Strategi efisiensi atas raihan laba bersih, terkait dengan kontrol ketat atas harga beli bahan baku dan harga jual barang jadi memiliki peran penting dalam memastikan seluruh penjualan perseroan menghasilkan margin yang diharapkan,” terang Direktur GGRP, Harianto yang juga turut hadir dalam acara paparan publik.

Berdasarkan catatan manajemen, realisasi belanja modal GGRP di tahun berjalan 2021 sudah mencapai US$ 22 juta. Alokasi penggunaan capex ini terutama untuk membiayai agenda ekspansi proyek light mill section (LSM). Proyek ini bakal memberi tambahan kapasitas produksi sebesar 500.000 ton per tahun pada produk-produk di light mill section perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×