kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.810.000   -40.000   -1,40%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Hadapi MEA, perlu fokus ke sektor manufaktur


Senin, 05 Mei 2014 / 19:20 WIB
Hadapi MEA, perlu fokus ke sektor manufaktur
ILUSTRASI. Film Netflix The Big 4 dibintangi Putri Marino dan Abimana, salah satu film Indonesia terbaru di Netflix yang akan tayang bulan Desember tahun 2022.


Reporter: Risky Widia Puspitasari | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Berbagai sektor ekspor perlu ditingkatkan oleh pemerintah Indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015. Menurut Sofjan Wanandi, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), sektor industri harus mendapat perhatian utama.

Alasan sektor ini begitu penting, karena bisa menyerap banyak sumber daya manusia. "Selain itu, sektor pertanian juga penting," kata Sofjan kepada KONTAN, Senin (5/5).

Dia mengingatkan, sektor pertanian seringkali mengalami defisit. Padahal, sektor ini penting agar Indonesia tak lagi harus impor. "Kesejahteraan petani juga harus dpikirkan," ungkap Sofjan.

Sebelumnya, pemerintah mengatakan, sektor otomotif akan menjadi primadona ekspor manufaktur. Sofjan menilai, industri perlu mempertimbangkan segmen mobil komersial Indonesia yang lebih unggul. "Kalau untuk passenger car, saya rasa Thailand lebih unggul," ujar Sofjan.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan mengatakan sektor utama untuk MEA adalah peningkatan ekspor otomotif. Target ekspor otomotif tahun ini sebesar US$ 4,5 miliar. Di kuartal I, ekspor otomotif tumbuh 11% year on year.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×