kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.880   -55,00   -0,31%
  • IDX 5.843   -53,19   -0,90%
  • KOMPAS100 757   -7,52   -0,98%
  • LQ45 577   -6,41   -1,10%
  • ISSI 202   -0,90   -0,44%
  • IDX30 328   -3,70   -1,12%
  • IDXHIDIV20 403   -4,57   -1,12%
  • IDX80 86   -0,84   -0,96%
  • IDXV30 109   -0,79   -0,72%
  • IDXQ30 106   -1,20   -1,12%

Hadapi MEA, perlu fokus ke sektor manufaktur


Senin, 05 Mei 2014 / 19:20 WIB
ILUSTRASI. Film Netflix The Big 4 dibintangi Putri Marino dan Abimana, salah satu film Indonesia terbaru di Netflix yang akan tayang bulan Desember tahun 2022.


Reporter: Risky Widia Puspitasari | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Berbagai sektor ekspor perlu ditingkatkan oleh pemerintah Indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015. Menurut Sofjan Wanandi, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), sektor industri harus mendapat perhatian utama.

Alasan sektor ini begitu penting, karena bisa menyerap banyak sumber daya manusia. "Selain itu, sektor pertanian juga penting," kata Sofjan kepada KONTAN, Senin (5/5).

Dia mengingatkan, sektor pertanian seringkali mengalami defisit. Padahal, sektor ini penting agar Indonesia tak lagi harus impor. "Kesejahteraan petani juga harus dpikirkan," ungkap Sofjan.

Sebelumnya, pemerintah mengatakan, sektor otomotif akan menjadi primadona ekspor manufaktur. Sofjan menilai, industri perlu mempertimbangkan segmen mobil komersial Indonesia yang lebih unggul. "Kalau untuk passenger car, saya rasa Thailand lebih unggul," ujar Sofjan.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan mengatakan sektor utama untuk MEA adalah peningkatan ekspor otomotif. Target ekspor otomotif tahun ini sebesar US$ 4,5 miliar. Di kuartal I, ekspor otomotif tumbuh 11% year on year.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×