kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.541.000   21.000   1,38%
  • USD/IDR 15.880   50,00   0,31%
  • IDX 7.196   54,65   0,77%
  • KOMPAS100 1.104   9,46   0,86%
  • LQ45 877   10,80   1,25%
  • ISSI 221   0,74   0,34%
  • IDX30 449   6,10   1,38%
  • IDXHIDIV20 540   5,33   1,00%
  • IDX80 127   1,26   1,00%
  • IDXV30 135   0,57   0,43%
  • IDXQ30 149   1,56   1,06%

Harga Karet Anjlok, Produsen Pangkas Produksi


Kamis, 23 Oktober 2008 / 16:58 WIB


Reporter: Abdul Wahid Fauzie |

JAKARTA. Dua bulan terakhir harga karet turun dari US$ 2,5 per kilogram (kg) menjadi US$ 1,6 per kg. Lantaran penurunan ini, para petani karet mengurangi penyadapan agar harga karet kembali menyentuh US$ 2 per kg.
 
Melemahnya harga karet disebabkan oleh penurunan permintaan dari Amerika Serikat dan Eropa. "Tentu saja, produksi karet juga akan menyusut karena adanya pelemahan daya beli," kata Suharto Honggokusumo, Direktur Eksekutif Gabungan Produsen Karet Indonesia (Gapkindo), Kamis (23/10)
 
Menurut Suharto, ada beberapa produsen karet yang melakukan pemangkasan produksi. Bahkan, ada sebanyak enam perusahaan yang telah memangkas produksi hingga 60%. "Saya tidak bisa sebut nama perusahaannya," tegasnya.
 
Bahkan, menurut Suharto para produsen karet malah tidak mau melakukan kontrak baru. Sebabnya, produsen tidak menginginkan hanya mendapatkan keuntungan tipis. Nah, karena pelemahan ada daya beli maka Gapkindo juga meminta kepada pemerintah untuk menurunkan bea masuk black carbon alias karbon hitam menjadi 5% dari 17%. Dengan begitu, penggunaan karbon hitam untuk campuran karet akan murah sehingga menimbulkan daya saing dengan produk asal luar negeri.
 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Working with GenAI : Promising Use Cases HOW TO CHOOSE THE RIGHT INVESTMENT BANKER : A Sell-Side Perspective

[X]
×