kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.047.000   8.000   0,26%
  • USD/IDR 16.875   -95,00   -0,56%
  • IDX 7.441   103,54   1,41%
  • KOMPAS100 1.037   16,87   1,65%
  • LQ45 760   9,37   1,25%
  • ISSI 262   5,17   2,01%
  • IDX30 401   3,98   1,00%
  • IDXHIDIV20 495   1,94   0,39%
  • IDX80 117   1,87   1,63%
  • IDXV30 135   1,59   1,20%
  • IDXQ30 129   0,82   0,64%

Harga Minyak Naik Akibat Perang Iran, Kendaraan Listrik Makin Dilirik?


Selasa, 10 Maret 2026 / 14:46 WIB
Harga Minyak Naik Akibat Perang Iran, Kendaraan Listrik Makin Dilirik?
ILUSTRASI. Kenaikan harga BBM akibat konflik global ternyata membuka peluang emas bagi NEV. Cari tahu strategi produsen menyikapi perubahan pasar ini. (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)


Sumber: Kompas.com | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konflik geopolitik antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat (AS) dinilai berpotensi memengaruhi industri otomotif global karena dapat memicu kenaikan harga energi, termasuk bahan bakar minyak.

Situasi tersebut berpotensi mendorong pergeseran minat konsumen ke kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV), seperti mobil listrik maupun kendaraan dengan teknologi elektrifikasi lainnya.

Business Unit Director Jaecoo Indonesia Jim Ma mengatakan, potensi kenaikan harga bahan bakar akibat konflik tersebut dapat membuka peluang bagi produsen kendaraan berbasis energi alternatif.

Baca Juga: Pertagas Targetkan Transportasi Gas 1.600 MMSCFD pada 2026

“Saya pikir konflik Iran akan menjadi peluang baru bagi semua orang di pasar Indonesia, terutama bagi produk energi terbarukan karena harga petrol akan meningkat sehingga akan menjadi kesempatan bagus bagi semua merek NEV dan juga produk kendaraan energi terbarukan,” ujarnya di Jakarta, Minggu (8/3/2026).

Menurut dia, kenaikan harga BBM biasanya membuat konsumen mulai mempertimbangkan kendaraan yang lebih efisien dan tidak terlalu bergantung pada bahan bakar fosil.

Meski demikian, Ma belum dapat memastikan apakah kondisi geopolitik tersebut akan berdampak langsung pada harga kendaraan yang dipasarkan di Indonesia, termasuk SUV listrik Jaecoo J5 EV.

Ia mengatakan, penentuan harga kendaraan tetap mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari strategi bisnis perusahaan hingga permintaan konsumen di pasar domestik.

“Harganya akan tergantung pada strategi bisnis, tapi juga permintaan dari pelanggan di Indonesia,” kata Ma.

Baca Juga: Bappenas dan INKINDO Bahas Regulasi, Peran Konsultan Nasional Akan Diperkuat

Test drive Jaecoo J8 SHS Ardis

Baca Juga: Tarif Listrik PLTSa US$ 20 Sen, Beban Beralih ke PLN dan APBN

Ma menambahkan, dinamika global pada akhirnya dapat memengaruhi banyak sektor industri, termasuk otomotif. Kendati demikian, perusahaan berupaya agar dampaknya terhadap konsumen tetap minimal.

“Kita tinggal di dunia yang sangat kecil. Bagaimanapun perubahan akan mempengaruhi semua orang. Ini akan mempengaruhi sesuatu, tapi kami akan mencoba untuk mengurangkan pengaruh ini kepada pelanggan Indonesia,” ujar Ma.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×