kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 18.107   72,00   0,40%
  • IDX 6.183   -2,63   -0,04%
  • KOMPAS100 808   1,43   0,18%
  • LQ45 614   1,74   0,28%
  • ISSI 214   -0,13   -0,06%
  • IDX30 346   0,71   0,21%
  • IDXHIDIV20 428   0,49   0,12%
  • IDX80 92   0,28   0,30%
  • IDXV30 117   0,42   0,36%
  • IDXQ30 111   0,29   0,26%

Harga Sapi Bakalan Impor Turun


Senin, 17 Mei 2010 / 09:35 WIB


Reporter: Amailia Putri Hasniawati |

JAKARTA. Harga sapi bakalan (untuk digemukkan) yang diimpor dari Australia dan New Zealand alias Selandia Baru turun. Jika harga sapi bakalan impor dari kedua negara tersebut normalnya US$ 2 per kilogram (kg), maka kini harganya menyusut US$ 0,3-US$ 0,4 per kg menjadi US$ 1,7 –US$ 1,6 per kg.

Menurut Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen Penernakan Kementerian Pertanian Turni Rusli Sjamsudin, harga sapi bakalan impor itu turun karena pasokan sapi bakalan di Australia dan Selandia Baru tengah membludak. Diambah lagi, peternakan di dua negara itu juga tengah berada dalam musim pemotongan sapi betina afkir.

Penurunan harga ini membuat importir sapi bakalan ke Indonesia meningkat. Para importir semakin semangat mengimpor sapi bakalan dari Australia dan Selandia Baru lantaran penguatan nilai mata uang rupiah yang membuat impor menjadi kian murah.

Akibatnya impor sapi pun membanjir. Bahkan menurut Turni, volume impor sapi yang sudah masuk di Indonesia tahun ini sudah mencapai 1 juta ekor. Padahal, kebutuhan dalam negeri saat ini hanya 600.000-700.000 ekor.

"Oleh karena itu, dua bulan terakhir ini kami tidak lagi mengeluarkan izin (impor sapi)," kata Turni, Jumat (14/5). Tujuannya, agar pembiakan sapi lokal berkembang. Sekadar catatan, selama ini, Indonesia mengimpor sapi bakalan dari kedua negara tersebut untuk digemukkan di dalam negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×