kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   0,00   0,00%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

Harga TBS lokal naik, potongan harga beli dari pabrik kelapa sawit ikut terkerek


Senin, 03 Desember 2018 / 16:38 WIB
ILUSTRASI. KELAPA SAWIT


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga Tandan Buah Segar lokal berangsur mengalami kenaikan, namun demikian petani swadaya masih terbebani oleh potongan harga beli Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang ikut naik seiring dengan perbaikan harga ini.

Gulat Manurung, Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Riau menyampaikan per Sabtu (1/12) harga TBS petani swadaya mengalami kenaikan Rp 20 per kilogram dibandingkan sebelumnya menjadi Rp 1.060 per kg. 

Kemudian pada hari ini Senin (3/12) harganya kembali naik Rp 40 per kg menjadi Rp 1.100 per kg. "Ada kecenderungan naik nampaknya, hanya saja TBS petani di Pabrik Kelapa Sawit semakin naik jadi 5%-7%," katanya kepada Kontan.co.id, Senin (3/11).

Menurut Gulat, potongan ini memang kerap dikenakan PKS kepada petani swadaya karena semenjak dulu tidak ada aturan yang mengikat soal potongan ini. Sebelumnya potongan mencapai 4%-5% dari harga pembelian TBS namun semenjak pungutan ekspor CPO diturunan, harga membaik namun potongan ikut naik.

"Jika harga perlahan naik tapi potongan tersebut tidak turun maka kenaikan harga TBS tetap saja tidak begitu terasa. Untuk itu diperlukan pengawasan dari Dinas Perkebunan mengenai potongan ini," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×