kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.521   21,00   0,12%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Hingga Agustus, Suzuki Marine catat pertumbuhan penjualan sebesar 19%


Senin, 23 September 2019 / 22:31 WIB
ILUSTRASI. suzuki


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - MATARAM. Divisi mesin kapal PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) terus mencatat pertumbuhan penjualan dalam 5 tahun terakhir. Divisi Suzuki Marine mencatat rerata pertumbuhan penjualan dua digit dalam 5 tahun terakhir di Indonesia.

Gunardi Prakosa, Marine Deputy General Manager PT SIS menyebut sampai dengan Agustus tahun ini saja, penjualan mesin kapal tumbuh 19% ketimbang periode yang sama tahun lalu. Jumlah tersebut diprediksi terus meningkat hingga tutup tahun nanti.

"Target kami itu sebenarnya 12%-13% pertumbuhan tahun ini, sekarang sudah 19% mudah-mudah sampai akhir tahun akan lebih tinggi," ujarnya di Mataram, Senin (23/9)?

Ia menyebut penetrasi pasar akan terus dilakukan, termasuk menggencarkan penjualan untuk mesin kapal 4 tak. Saat ini, penjualan mesin kapal 2 tak masih sekitar 60% dari total penjualan, sedangkan 4 tak bertumbuh cukup baik dengan kontribusi 40%.

"Kalau itu wholesale mungkin jauh lebih besar lagi. Pertumbuhan 19% itu ritel, kalau termasuk fleet dan lainnya jauh lebih besar," lanjutnya.

Ei Mochizuki, General Manager Strategic Planning PT SIS menambahkan bahwa setiap tahunnya Suzuki Marine mampu menjual sekitar 1000 unit hingga 2000 unit mesin kapal. Yang jelas, saat ini PT SIS mulai fokus mengembangkan divisi mesin kapal lebih masif lagi.

"Jadi kami tidak hanya kembangkan pasar saja tetapi after sales juga. Karena kalau produk sudah bagus tetapi tidak ada after sales dan spare part-nya ya percuma," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×