kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Holding BUMN farmasi sudah 95% menuju rampung


Rabu, 18 September 2019 / 17:42 WIB

Holding BUMN farmasi sudah 95% menuju rampung
ILUSTRASI. Pameran Bahan Baku farmasi dan Pangan di JIexpo


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana pembentukan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) farmasi diperkirakan tak lama lagi terealisasi. Kementerian BUMN dan pihak BUMN terkait tengah menggenjot pembentukan sinergi perusahaan farmasi plat merah tersebut tersebut.

Wahyu Kuncoro, Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN optimistis paling lambat Oktober tahun ini holding telah terbentuk. Saat ini realisasinya menunggu keputusan presiden untuk menandatangani peraturan pemerintah yang mengatur keberadaan holding tersebut.

Holding farmasi ini bakal membagi kekuatan keempat BUMN tersebut dan memaksimalkan potensinya. "Setelah Phapros di akuisisi Kimia Farma, maka Kimia Farma bakal memperkuat dirinya. Lalu bagaimana dengan Indofarma, dia tetap sendiri (tidak diakuisisi langsung)," terang Wahyu ditemui usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Kimia Farma Tbk, Rabu (18/9).

Baca Juga: Emiten Farmasi Tagih Piutang Cepat

Adapun induk holding akan dipegang PT Bio Farma (Persero) yang mempunyai spesialisasi di bidang vaksin. Sementara perusahaan seperti Indofarma dan Kimia Farma, kata Wahyu kemungkinan spesialisasi masing-masing obat-obatan resep dan produk herbal.

Senada dengan Wahyu, Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir mengakui bahwa prosesnya sudah dekat tinggal menunggu persetujuan presiden. "Persiapan holding-nya sudah 95% lebih, tinggal tanda tangan saja," katanya ditemui di acara yang sama.

Implementasinya ialah, nanti bakal ada peralihan perubahan pemegang saham Kimia Farma dan Indofarma dari pemerintah ke Bio Farma secara efektif. Menurut Honesti paling lamban Oktober dapat terealisasi, bahkan bisa lebih cepat jika presiden menghendakinya dengan langsung menandatangani persetujuan dalam waktu dekat ini.

Baca Juga: Dua Emiten BUMN Ini Agresif Ekspansi ke Timur Tengah dan Afrika

Terkait hal tersebut, Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk Verdi Budidarmo bilang pihaknya terus melihat perkembangan rencana pembentukan holding BUMN bidang farmasi. "Sesuai dengan rencana pemerintah, kami sedang menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah," kata Verdi.


Reporter: Agung Hidayat
Editor: Yoyok

Video Pilihan


Close [X]
×