kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Holding BUMN genjot Infrastruktur energi


Kamis, 21 April 2016 / 15:59 WIB


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendukung rencana pembentukan holding BUMN di sektor energi. 

Seperti diketahui, Menteri BUMN Rini Soemarno berencana untuk membentuk hodling BUMN Energi dengan PT Pertamina (persero) sebagai induk usaha BUMN dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai anak usaha.

Rencana ini berarti akan mempercepat pembangunan infrastruktur di sektor energi. “Kalau itu dilakukan, kami sangat support, karena pembangunan infrastuktur bisa masif. Kalau sudah bareng dua-duanya, pembangunan akan lebih cepat,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas BUmi Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja di Hotel Dharmawangsa, Rabu (20/4).

Wiratmaja berharap, pembentukan holding BUMN sektor energi ini dapat dilakukan secepatnya agar infrastruktur dapat terbangun. 

Hingga tahun 2030, Kementerian ESDM berencana untuk membangun infastruktur gas sebesar US$ 24,8 miliar yang terdiri dari pembangunan pipa sebesar US$ 12 miliar, liquefaction US$ 1,3 miliar, SPBG US$ 1,93 miliar, regasifikasi US$ 6,1 miliar, gas kota sebesar US$ 2,2 miliar, dan LPG sebesar US$ 0,4 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×