kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

IATA Optimis Tahun Ini Industri Penerbangan Global Untung US$ 2,5 M


Selasa, 08 Juni 2010 / 08:11 WIB
IATA Optimis Tahun Ini Industri Penerbangan Global Untung US$ 2,5 M


Reporter: Femi Adi Soempeno, AFP |

BERLIN. Industri penerbangan kemungkinan akan membukukan untung untuk pertama kalinya sejak tahun 2007. Peningkatan ini disurung oleh pertumbuhan industri penerbangan yang kuat di kawasan Asia-Pasifik. Hal ini ditegaskan oleh International Air Transport Association, Senin (7/6).

"Kami meningkatkan prediksi industri penerbangan tahun ini bakal membukukan untung sebesar US$ 2,5 miliar," kata Director General IATA Giovanni Bisignani.

Maret lalu, IATA memperkirakan anggotanya akan membukukan kerugian sebesar US$ 2,8 miliar pada tahun ini, menyusul kerugian yang dicatatkan pada tahun lalu sebesar US$ 9,4 miliar.

Bisignani bilang, industri penerbangan global akan membukukan untung tahun ini. "Dengan margin laba sebesar 0,5%, itu adalah margin yang paling moderat," tegasnya.

Tahun 2007, sebelum krisis finansial membabat perekonomian dunia, maskapai penerbangan membukukan laba sebesar US$ 12,9 miliar.

Hanya saja, pemulihan kali ini tidak akan seimbang. Eropa dengan perekonomiannya yang masih lemah akan menjadi kawasan yang membukukan kerugian sebesar US$ 2,8 miliar pada tahun ini, setelah tahun lalu merugi US$ 4,3 miliar.

Tahun ini, dengan frekuensi penerbangan yang rendah pada musim dingin, Eropa masih harus berjibaku dengan asap pegunungan Iceland yang memaksa maskapai harus membatalkan sekitar 100.000 penerbangan pada bulan April 2010 lalu; dengan total kerugian mencapai US$ 1,8 miliar.

Untuk jangka panjang, Bisignani optimistis dengan kinerja industri penerbangan global. Ia mengharapkan setidaknya hingga tahun 2050 tidak ada kecelakaan penerbangan dan bisa memangkas carbon dioxide emissions separonya.

Menurutnya, sektor ini akan menjadi industri yang terkonsolidasi dari sejumlah perusahaan global yang didukung oleh pemain regional maupun pemain yang bermain di ceruk mini.

"Dalam lebih dari satu dekade, saya melihat industri ini akan bisa membukukan laba sebesar US$ 100 miliar dengan pendapatan mencapai US$ 1 triliun,"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×