kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Indo Straits kembangkan bisnis rekayasa kelautan


Senin, 02 Mei 2016 / 10:31 WIB


Reporter: Emir Yanwardhana | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Demi memuluskan pengerjaan proyek di wilayah Samarinda, Kalimantan Timur, PT Indo Straits Tbk berencana merelokasi kantor proyek (project base) dari Bontang ke Sanga-Sanga yang ada di  Samarinda. 

Untuk itu, perusahaan dengan kode saham PTIS di bursa Efek Indonesia ini bakal menyediakan anggaran Rp 1 miliar untuk rencana bisnis tersebut. Nanti, PTIS bakal membelanjakan anggaran ini secara bertahap. 

Perusahaan jasa pelayaran ini melakoni langkah pengiritan ini lantaran keterbatasan dana. "Tahun ini kami tidak menyediakan dana belanja modal karena keterbatasan kemampuan keuangan perusahaan," kata Erawan Setianto, Presiden Direktur Indo Straits  kepada KONTAN, akhir pekan lalu (29/4).

Memang pendapatan Indo Straits tahun lalu terpangkas cukup dalam sebesar 74,7% dari US$ 30,8 juta di 2014 menjadi tinggal US$ 7,7 juta lantaran lesunya bisnis pertambangan yang terjadi sepanjang tahun lalu. 

Makanya, Erawan pun tidak terlalu muluk menargetkan rencana bisnis sepanjang 2016 ini. Ia menargetkan bisa mendapat kontrak jasa pelayaran dari perusahaan tambang sebesar US$ 5,08 juta saja pada tahun ini. Adapun sisa kontrak kerja tahun lalu yang masih Indo Straits kerjakan pada tahun ini bernilai US$ 15,88 juta. 

Rencananya Indo Straits tahun ini akan fokus di bisnis  jasa rekayasa kelautan, seperti pengerukan dan pengangkutan. Rupanya, PTIS sudah mengantongi dua kontrak jasa rekayasa kelautan. 

Sayang, Erwan tidak merinci nilainya. Yang jelas lewat cara ini Indo Straits menargetkan pertumbuhan bisnis 10%-15% di akhir tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×