kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Ingin caplok Benakat, MITI ajukan RUPS


Sabtu, 20 Agustus 2016 / 08:10 WIB
Ingin caplok Benakat, MITI ajukan RUPS


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. PT Mitra Investindo Tbk masih berupaya mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk memuluskan rencana akuisisi Benakat Oil. Usaha memperoleh restu tersebut bak melewati jalan terjal.

Pasalnya, manajemen emiten berkode saham MITI tersebut sudah dua kali gagal mengantongi persetujuan pemegang saham untuk akuisisi Benakat Oil. Dua kali Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) digelar, kedua RUPS tersebut tak bisa ambil keputusan karena tak kuorum.

Direktur MITI Diah Pertiwi Gandhi mengatakan, MITI berniat akuisisi 23,44% saham Benakat Oil dari PT Pratama Media Abadi. Untuk rencana tersebut, MITI mengalokasikan dana Rp 71,37 miliar, yang terdiri dari Rp 53,92 miliar dari kas internal sedangkan sisanya melalui equity swap.

Gagal mencapai kuorum dalam dua RUPS tak membuat manajemen MITI kapok. "Saat ini kami menunggu izin OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk melaksanakan RUPS Luar Biasa (RUPSLB) ketiga untuk mendapatkan persetujuan pemilik saham," kata Diah kepada KONTAN, Jumat (19/8).

MITI terakhir mengakuisisi perusahaan migas Goldwater LS Pte Ltd yang mengoperasikan blok minyak Linda Sele di Sorong, Papua. Jumlah produksi yang dihasilkan blok migas Sorong tersebut mencapai 70.000 barel per hari (bph).

Karena jumlah produksi tersebut dinilai masih kurang, manajemen MITI melihat peluang akuisisi Benakat dengan kemampuan produksi 2.000 bph.

Manajemen MITI berharap, kontribusi Benakat bisa memenuhi permintaan minyak dari kliennya, PT Pertamina (persero). "Berapa pun kami produksi, pasti diambil Pertamina. Karena ada kontrak bagi hasil," terang Diah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×