kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -8.000   -0,30%
  • USD/IDR 18.135   100,00   0,55%
  • IDX 5.912   39,07   0,67%
  • KOMPAS100 769   5,82   0,76%
  • LQ45 587   4,49   0,77%
  • ISSI 203   0,67   0,33%
  • IDX30 333   2,19   0,66%
  • IDXHIDIV20 411   0,93   0,23%
  • IDX80 88   0,82   0,94%
  • IDXV30 111   0,16   0,14%
  • IDXQ30 107   0,26   0,24%

Ini harapan pengusaha terhadap Presiden baru


Rabu, 09 Juli 2014 / 18:58 WIB
ILUSTRASI. Bendera nasional bergambar Presiden Suriah Bashar al-Assad berkibar di sebuah pos pemeriksaan di Douma, di pinggiran timur Damaskus, Suriah 10 Maret 2021. REUTERS/Omar Sanadiki


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Tepat hari ini, Rabu (9/7) rakyat Indonesia memilih pemimpin barunya. Siapa pun pemimpin yang terpilih diharapkan akan membawa perubahan, khususnya mengenai perekonomian di bidang industri.

Salah satu yang mengharapkan perubahan tersebut adalah, Ade Sudrajat Usman, Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API). Ia berharap Presiden baru akan bisa menyelesaikan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL). "Kenaikan ini sangat krusial, tidak ada di negara manapun yang menaikan TDL hingga 40% terkecuali ada inflasi yang hebat," ungkapnya kepada KONTAN, Selasa (9/7).

Ia juga mengatakan, jika calon presiden nomor 2 terpilih, diharapkan dapat menyelesaikan masalah tersebut. "Saya melihatnya dari Pak Jusuf Kalla (JK) yang terlihat mempunyai rasa sensitif terhadap masalah kecil, apalagi latar belakang dia adalah pengusaha." Ade juga bercerita, saat kepemimpinan JK dulu, mantan wakil presiden itu berani membuat terobosan baru yang membuat iklim investasi Indonesia lebih mudah, dan ia jua juga berani mengambil resiko besar dengan efek yang besar. "Contohnya, pergesaran pemakaian minyak tanah ke gas, pokoknya kita memilih indikator yang membumi atau sudah terbukti," jelas Ade.

Hal tersebut juga senada dengan pendapat Ketua Pengembangan Usaha Dalam Negeri Asosiasi Sepatu Indonesia (Aprisindo), Marga Singgih. Ia menilai pasangan nomor 2 bisa menyelesaikan berbagai permasalahan ekonomi. "Karena pengalaman mereka lebih banyak secara ekonomi, terlebih dua-duanya adalah pengusaha," jelasnya.

Meski begitu, Marga berharap siapapun yang terpilih, yang utama adalah menunjuk menteri ekonomi yang bukan dari partai. Menurutnya akan terlalu banyak kepentigan, bahkan bisa saja seorang menteri mendahulukan kepentingan partai ketimbang urusan negara.

Faktor JK juga menjadi alasan Marga memilih calon presiden nomor 2. "Ia adalah pengusaha, pasti cara berpikir dan secara mindset akan berfikir sebagai pengusaha," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×