kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.543   43,00   0,25%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ini sejumlah poin rapat koordinasi terbatas penyediaan gula dalam negeri


Rabu, 18 Juli 2018 / 16:29 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi Gula pasir


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menggelar rapat koordinasi terbatas terkait penyediaan gula dalam negeri, Selasa (17/7).

Rakortas ini dimpimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan dihadiri oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso, serta Kementerian dan Lembaga terkait.

Dari rakortas tersebut, terdapat beberapa poin yang disepakai. Pertama, Perum Bulog ditugaskan untuk menyerap gula petani atau tebu rakyat yang digiling oleh pabrik gula yang memenuhi SNI dengan harga Rp 9.700 per kg.

“Apabila terdapat pihak lain yang bersedia membeli gula dengan harga di atas Rp 9.700 per kg, maka Perum Bulog tidak berkewajiban menyerap gula yang dimaksud,” demikian seperti yang tertulis dalam keterangan yang diterbitkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, yang diterima Kontan.co.id, Rabu (18/7).

Berikutnya, pemerintah pun akan melakukan revitalisasi PG BUMN melalui pendekatan teknologi budidaya, perluasan kebun tebu, pengelolaan pasca panen, sistem transaksi tebu dari petani ke PG, dan peningkatan rendemen gula.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×