kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Ini strategi bisnis RNI


Minggu, 16 Agustus 2015 / 12:41 WIB
Ini strategi bisnis RNI


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

MAMUJU. PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) merancang sejumlah strategi usaha guna menggenjot performa perusahaan.

Direktur Utama RNI Didik Prasetyo mengatakan salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan mengembalikan RNI sebagai perusahaan induk yang fokus ke investasi (investment holding).

"RNI tidak perlu masuk ke urusan operasional anak usaha, dan hanya sebatas memberikan rencana bisnis yang akan dijalankan. Ke depan ini yang akan kami lakukan, yakni kembali ke khittah," ujarnya usai acara jalan sehat bersama warga Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu (16/8).

Hal lainnya adalah melakukan review atas sejumlah bisnis yang dinilai memberatkan. Salah satu yang kembali dikaji adalah bisnis toko ritel Waroeng Rajawali. Jaringan toko ritel tersebut sejauh ini telah tersebar di berbagai daerah, namun kurang memberikan hasil yang maksimal kepada perusahaan.

Untuk lini bisnis ini, RNI akan menunda pengembangan jaringan Waroeng Rajawali hingga kajian benar-benar selesai.

Hingga akhir semester I-2015, RNI masih mencatatkan kerugian (unaudited) sebesar Rp 53 miliar akibat anjloknya harga gula. Namun, kerugian ini sudah jauh berkurang jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp 147 miliar.

Pada tahun ini, RNI menargetkan bisa meraup pendapatan sebesar Rp 4,6 triliun. (Bambang Priyo Jatmiko)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×