kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.521   21,00   0,12%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Inilah Penyebab Sayur dan Buah Indonesia Berkualitas Rendah


Rabu, 28 April 2010 / 03:11 WIB


Reporter: Herlina KD |

JAKARTA. Ada beberapa masalah yang membuat kualitas sayur dan buah dari Indonesia tidak kompetitif di pasar Singapura.

Direktur Asia Pacific Frost Sullivan Gopal R mengatakan, metode penggudangan di Indonesia yang tidak memenuhi standar. Rantai pendingin selama pasca produksi sampai proses pengiriman barang juga tidak berjalan dengan baik, akibatnya seringkali sayuran dan buah sudah tidak segar lagi ketika sampai di Singapura.

Selain itu, infrastruktur Indonesia yang masih kurang memadai seperti akses jalan dan transportasi, juga fasilitas lain seperti gudang yang dilengkapi dengan pendingin untuk menjaga kualitas produk sayur dan buah masih sangat minim. Akibatnya kualitas sayur dan buah dari Indonesia menurun saat proses pengiriman.

Berdasarkan data dari lembaga peneliti Independen Asia Pacific Frost Sullivan, dari total kebutuhan sayur dan buah Singapura, sebanyak 43% nya disuplai oleh Malaysia, disusul China dengan porsi sebesar 28%.

Tahun 2009, Indonesia hanya bisa merebut 6% porsi kebutuhan sayur dan buah di Singapura. Dari total kebutuhan sayur dan buah Singapura tahun 2009 yang sebanyak 461.165 ton, sebanyak 6% nya atau sekitar 27.669,9 ton disuplai dari Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×