kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Investasi Tambang 2009 Menciut 70%


Rabu, 19 November 2008 / 13:08 WIB


Reporter: Gentur Putro Jati |

JAKARTA. Terus turunnya harga minyak dunia tak pelak menyeret harga komoditi tambang ikutan turun. Walhasil banyak perusahaan harus memangkas biaya investasinya tahun depan.

Direktur Eksekutif Indonesian Mining Association (IMA) Priyo Pribadi Soemarno bilang selain turunnya harga komoditi tambang belakangan ini, belum selesainya pembahasan RUU Mineral dan Batubara di DPR juga menyebabkan banyak perusahaan tambang menurunkan bujet  investasinya tahun depan.

"Harga nikel turun sampai 70% dari harga sebelumnya, sementara tembaga turun sampai 40%. Jadi saya perkirakan investasi bisa turun 70%," ujar Priyo, Rabu (19/11). Penerimaan perusahaan tambang menurut Priyo juga bisa turun akibat merosotnya harga komoditi dan pemangkasan produksi 20% sampai 30%. Namun, hal tersebut masih bisa dihindari asalkan perusahaan melakukan efisiensi, dan pemerintah membantu dengan menurunkan harga bahan bakar serta tarif pajak. "Jadi ada biaya yang di cut, sehingga punya profit yang tidak jauh sekali," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×