kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

IPB: Ekspor beras tak memungkinkan


Minggu, 15 Oktober 2017 / 19:37 WIB
IPB: Ekspor beras tak memungkinkan


Reporter: Abdul Basith | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana Indonesia mengekspor beras ke Malaysia dinilai tidak memungkinkan. Hal itu dilihat dari sudut pandang harga dan produksi.

"Kalau dari harga, beras Indonesia sudah di atas harga beras internasional," ujar Dwi Andreas, Guru Besar Institut Pertanian Bogor, Minggu (15/10).

Dwi bilang, beras yang diperdagangkan dalam jumlah besar merupakan beras medium. Sementara, harga beras tersebut lebih mahal dibandingkan negara lain.

Produksi beras pun dinilai saat ini sedang dalam kekurangan. Serangan hama pada Juli hingga September membuat hasil panen berkurang. Menurut Dwi, hal itu juga diperlihatkan dari serapan Perusahaan Umum (Perum) Bulog yang hanya mencapai setengah dari target 3,7 juta ton pada tahun 2017.

Meski begitu, Dwi bilang, Indonesia masih memungkinkan melakukan ekspor beras organik. Namun, dilihat dari jumlah target ekspor, produksi beras organik Indonesia belum mencapai angka tersebut. "Kita memang melakukan ekspor beras organik ke Malaysia, tapi jumlah sangat kecil tidak sampai 1.000 ton,"  imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×