kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Iress: Jangan Perpanjang Kontrak Inalum dengan Jepang


Kamis, 24 Juni 2010 / 07:25 WIB


Reporter: Fitri Nur Arifenie |

JAKARTA. Pengamat Indonesia Resources Studies (Iress), Marwan Batubara minta kepada pemerintah supaya tidak lagi memperpanjang kontrak operasi Inalum oleh Nippon Asahan Alluminium (NAA) yang mewakili pemerintah Jepang. Marwan berpendapat proyek Inalum tersebut sebaiknya diserahkan kepada BUMN atau BUMD setempat.

"Pemerintah harus menyerahkan kepemilikan saham Inalum bagian Jepang ke konsorsium perusahaan nasional yang terdiri dari pemerintah pusat, BUMN dan BUMD (10% saham oleh Pemda Sumut). Pusat memiliki saham dominan," kata Marwan.

Proyek Inalum terdiri atas perusahaan peleburan Smelter memanfaatkan energi PLTA Asahan. Pemilik saham Inalum terdiri atas Jepang sekitar 58,9% dan Indonesia hanya 41,1%. Masa berlaku kontrak dengan Inalum akan berakhir 2013 mendatang. Sebelum berakhir Jepang sudah mengajukan perpanjangan kontrak ke pemerintah Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×