kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Iress: Jangan Perpanjang Kontrak Inalum dengan Jepang


Kamis, 24 Juni 2010 / 07:25 WIB


Reporter: Fitri Nur Arifenie |

JAKARTA. Pengamat Indonesia Resources Studies (Iress), Marwan Batubara minta kepada pemerintah supaya tidak lagi memperpanjang kontrak operasi Inalum oleh Nippon Asahan Alluminium (NAA) yang mewakili pemerintah Jepang. Marwan berpendapat proyek Inalum tersebut sebaiknya diserahkan kepada BUMN atau BUMD setempat.

"Pemerintah harus menyerahkan kepemilikan saham Inalum bagian Jepang ke konsorsium perusahaan nasional yang terdiri dari pemerintah pusat, BUMN dan BUMD (10% saham oleh Pemda Sumut). Pusat memiliki saham dominan," kata Marwan.

Proyek Inalum terdiri atas perusahaan peleburan Smelter memanfaatkan energi PLTA Asahan. Pemilik saham Inalum terdiri atas Jepang sekitar 58,9% dan Indonesia hanya 41,1%. Masa berlaku kontrak dengan Inalum akan berakhir 2013 mendatang. Sebelum berakhir Jepang sudah mengajukan perpanjangan kontrak ke pemerintah Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×