kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Jasa Marga (JSMR) Optimalkan Teknologi untuk Tingkatkan Layanan Jalan Tol


Jumat, 09 Oktober 2026 / 22:35 WIB
Jasa Marga (JSMR) Optimalkan Teknologi untuk Tingkatkan Layanan Jalan Tol
ILUSTRASI. Jalan Tol Jasamarga (JSMR) (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mengandalkan pemanfaatan data operasional dan digitalisasi untuk meningkatkan layanan jalan tol. Optimalisasi teknologi tersebut mencakup pemantauan lalu lintas, deteksi insiden, hingga koordinasi penanganan gangguan secara real-time.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan, pengelolaan jalan tol tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi barang.

“Jasa Marga tidak hanya membangun infrastruktur fisik, namun juga mengelola lalu lintas sebagai nadi perekonomian bangsa,” ujar Rivan dalam keterangan resmi Jumat (9/10/2026).

Baca Juga: Perpres Ojol Atur Potongan Komisi Platform 8%, Maxim Soroti Biaya Operasional

Untuk mendukung operasional tersebut, Jasa Marga memanfaatkan Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) di Jatiasih, Bekasi, sebagai pusat pemantauan dan koordinasi lalu lintas jalan tol. 

Melalui fasilitas ini, perusahaan memantau kondisi lalu lintas, mengidentifikasi potensi gangguan, serta mengoordinasikan respons operasional dengan dukungan sistem informasi terintegrasi.

Pemanfaatan teknologi dan sistem operasional tersebut turut diperkenalkan kepada 37 peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) yang diinisiasi Danantara Indonesia. Kegiatan business immersion yang berlangsung pada Rabu (7/10/2026) itu memberikan gambaran mengenai proses bisnis, manajemen risiko, dan pelayanan pengguna jalan tol.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mempelajari empat aspek pengelolaan bisnis Jasa Marga, yakni operasional inti, teknologi dan digitalisasi, kualitas layanan serta keselamatan, hingga distribusi layanan kepada pengguna jalan.

Peserta juga meninjau kendaraan operasional yang digunakan oleh PT Jasa Marga Tollroad Operator (JMTO), mulai dari mobile customer service, ambulans, kendaraan derek, hingga kendaraan penyelamat. Selain itu, peserta melihat armada pemeliharaan jalan tol milik PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM).

Jasa Marga juga memberikan studi kasus operasional kepada peserta, termasuk skenario pengelolaan lalu lintas saat puncak arus mudik dan penanganan kepadatan di tempat istirahat atau rest area. Peserta diminta menganalisis permasalahan dan mempresentasikan hasilnya untuk memperoleh masukan dari manajemen perusahaan.

VP Operational Learning & Design PT Danantara Asset Management Dumoli HM Sirait mengatakan, pembelajaran langsung di lingkungan operasional BUMN diharapkan dapat menjadi bahan bagi peserta dalam menyusun Action Learning Project (ALP).

"Program ini dirancang agar para peserta dapat mengamati secara dekat praktik terbaik pengelolaan bisnis di Jasa Marga. Pengalaman lapangan ini menjadi referensi penting bagi peserta, yang didampingi oleh SBM ITB, untuk menyusun Action Learning Project yang aplikatif dan memberikan dampak positif bagi pengembangan BUMN,” kata Dumoli.

Rivan berharap pengalaman interaktif tersebut dapat memperkaya business insight dan leadership lesson bagi seluruh peserta P3MD. Ia juga membuka ruang bagi peserta yang memiliki gagasan inovatif untuk Jasa Marga agar dapat menyampaikannya dan mengembangkan gagasan tersebut bersama Jasa Marga. 

"Jika dalam prosesnya muncul gagasan atau inovasi yang dapat dikembangkan bersama Jasa Marga, kami tentu terbuka untuk mendengarkan dan mendukung. Semoga pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi mereka untuk menjadi pemimpin BUMN yang adaptif, dekat dengan kebutuhan masyarakat, dan mampu memberikan kontribusi nyata,” tutup Rivan.

Program P3MD sendiri berlangsung selama sembilan bulan untuk mempersiapkan calon pemimpin BUMN. Dalam kegiatan ini, peserta memperoleh pengalaman langsung mengenai praktik pengelolaan bisnis dan operasional Jasa Marga sebagai salah satu perusahaan infrastruktur transportasi.

Baca Juga: Ekspor Sawit Indonesia Diprediksi Turun Jadi 26,5 Juta Ton pada 2027, Ini Pemicunya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×