kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Juli, SPBU Pertamina siap batasi BBM bersubsidi


Selasa, 24 April 2012 / 15:49 WIB
Juli, SPBU Pertamina siap batasi BBM bersubsidi
ILUSTRASI. Oxford Economics memperkirakan bahwa rupiah akan ditutup pada Rp 14.640 per dolar AS tahun ini.


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) milik Pertamina yang berada di Jawa – Bali sudah siap melaksanakan program pembatasan premium bersubsidi mulai Agustus 2012.

Hal ini disampaikan oleh Evita Legowo Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta, Selasa (24/4).

Menurut Evita, SPBU di Jawa-Bali sudah memiliki fasilitas tangki untuk bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax, sehingga siap melakukan pembatasan BBM bersubsidi mulai Juli.

Saat ini, baru wilayah Jakarta yang siap melaksanakan pengendalian konsumsi BBM bersubsidi tersebut. "Untuk Jabodetabek sudah siap sejak 2011 lalu. Sedangkan untuk wilayah Jawa Bali butuh waktu," jelasnya.

Jika tidak ada halangan, kebijakan pembatasan BBM diharapkan pemerintah bisa terbit akhir April ini. Selama tujuh hari akan dilakukan sosialisasi. Lalu, program pembatasan pemakaian premium bersubsidi mulai diberlakukan untuk mobil dinas di seluruh Indonesia.

Selanjutnya, akan diberlakukan untuk mobil pribadi di wilayah Jabodetabek setelah 60 hari atau Agustus 2012 dan Jawa-Bali setelah 90 hari atau September 2012. "Jadi, ada waktu 2-3 bulan dan itu cukup bagi SPBU untuk persiapannya," ujar Evita.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×