kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

KAHMI perlu memperkuat orientasi kewirausahaan


Selasa, 07 November 2017 / 23:19 WIB


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Di tengah gemuruh pembangunan ekonomi nasional dan pertumbuhan global, Indonesia harus mampu  terus mencetak wirausaha yang tangguh dan mandiri sekaligus mampu mencetak lapangan pekerjaan. “KAHMI yang berdiri sejak 1966, perlu melakukan reorientasi mental perjuangan, yakni dari political oriented menjadi entrepreneur oriented,” kata Kamrussamad, pengurus KAHMI, dalam rilis yang diterima KONTAN, Selasa (7/11).

Indonesia kini menyiapkan skenario pertumbuhan ekonomi tinggi menuju negara berpendapatan tinggi pada 2035. Saat itu, PDB Indonesia juga ditargetkan menjadi keempat terbesar di dunia. Kesemua itu membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas termasuk kuat dari sisi kewirausahaan. Menurut dia, orientasi kewirausahaan intinya mengubah paradigma dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan pekerjaan.

Selain itu, harus bisa membantu mengembangkan bisnis para pengusaha muda dengan menciptakan jejaring luas, baik sesama pengusaha KAHMI maupun yang bukan. Kemandirian di bidang ekonom iselaras dengan Impian Indonesia 2015-2085 yang dilontarkan Presiden Joko Widodo, yakni Indonesia menjadi negara mandiri dan paling berpengaruh di Asia Pasifik dan  barometer pertumbuhan ekonomi dunia. “Karena itu, para alumni harus didorong pengabdiannya di bidang ekonomi, sekaligus memperbanyak wirausahawan,” ujar Kamrussamad. yang juga Ketua BPP Himpunan Pengusaha Korps Alumni HMI (Hipka)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×