kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kalbe Farma (KLBF) Incar Laba Bersih Tumbuh Double Digit di Tahun 2024


Minggu, 04 Februari 2024 / 10:52 WIB
Kalbe Farma (KLBF) Incar Laba Bersih Tumbuh Double Digit di Tahun 2024
ILUSTRASI. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) optimistis bisa meraih pertumbuhan pendapatan dan laba bersih tahun ini. KONTAN/Baihaki/3/5/2023


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten farmasi PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) optimistis bisa meraih pertumbuhan pendapatan dan laba bersih tahun ini. Perseroan membidik pertumbuhan penjualan tumbuh mendekati 10% (mid to high single digit) dan laba atau profit tumbuh di atas 10% atau double digit pada tahun ini. 

Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk Vidjongtius melihat prospek bisnis industri farmasi masih menjanjikan tahun ini. Hal itu lantaran kebutuhan kesehatan tetap tinggi karena kesadaran akan hidup sehat semakin meningkat dan didukung oleh program pemerintah dan semua pelaku kesehatan. 

"Sehingga hal itu mendorong prospek pertumbuhan farmasi tetap positif," kata Vidjongtius saat dihubungi KONTAN, Minggu (4/2). 

Baca Juga: KLBF Rajin Ekspansi, Bidik Pendapatan Dua Digit Tahun Ini

Vidjongtius bilang, untuk mencapai target tersebut, dia menyiapkan strategi untuk memperkuat penjualan dengan mengeluarkan inovasi dan produk-produk baru. 

Untuk tahun ini, KLBF akan menerbitkan 15 hingga 20 produk baru, termasuk 7 alat kesehatan terbaru dan beberapa obat-obatan generik yang menjadi andalan program BPJS. 

"Upaya memperbesar pangsa pasar juga tetap dilakukan dan inovasi obat baru serta perluasan kerjasama kolaborasi distribusi secara online dan offline. 

Tahun 2024 rencana produk baru sekitar 15-20 produk akan diluncurkan," sambungnya. 

Sebagai informasi tambahan, belum lama ini, perseroan melalui anak usaha PT Global Onkolab Farma (GOF) telah melakukan groundbreaking fasilitas produksi radioisotop dan radiofarmaka dengan nilai investasi Rp 150 miliar-Rp 200 miliar untuk keperluan deteksi dini penyakit kanker. 

Fasilitas produksi radiofarmaka yang memproduksi Fluorodeoxyglucose (FGD) ini diharapkan bisa menunjang layanan pemeriksaan Positron Emission Tomography dan Computed Tomography Scanning (PET/CT-Scan) yang ada di rumah sakit.

Baca Juga: Kalbe Farma (KLBF) Optimistis Laba Tahun 2024 Tumbuh Double Digit

Setelah groundbreaking fasilitas produksi radioisotop dan radiofarmaka di Jakarta Timur ini, KLBF juga akan membangun fasilitas serupa di Surabaya dengan nilai investasi yang sama. 

Dari sisi kinerja keuangan, selama sembilan bulan di tahun 2023 penjualan bersih KLBF mencapai Rp 22,56 triliun atau meningkat 6,5% dibandingkan sembilan bulan pertama 2022. 

Sementara itu, laba bersih KLBF mencapai Rp 2,06 triliun pada sembilan bulan pertama 2023. Angka itu mengalami penurunan 16,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu akibat kondisi pasar yang menantang dalam periode transisi pasca pandemi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×