Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kaltim Prima Coal (KPC), anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI), mendukung penyediaan air bersih bagi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya melalui pemanfaatan sumber air dari kawasan pascatambang.
Inisiatif tersebut menjadi bagian dari kontribusi perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan Telaga Kenyamukan, yang berada di kawasan pascatambang Pit Jupiter milik KPC, sebagai sumber air baku untuk Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudungga di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.
Air baku dari telaga tersebut dialirkan melalui pipa sepanjang 3,5 kilometer menuju instalasi pengolahan sebelum didistribusikan kepada masyarakat. “IPA Kudungga memiliki kapasitas pengolahan 100 liter per detik dan melayani sekitar 6.967 sambungan rumah atau setara dengan 48.000 jiwa,” tulis manajemen KPC Kaltim Prima Coal dalam keterangannya, Senin (19/20/2026).
Baca Juga: Pencapaian Terbaru Bumi Resources (BUMI)
Program ini melibatkan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur yang membangun fasilitas instalasi serta Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Tuah Benua yang bertugas mengoperasikan fasilitas dan menyalurkan air kepada warga.
Kehadiran layanan tersebut membantu mengurangi beban pengeluaran masyarakat. Wahyudi, warga Sangatta yang bekerja sebagai petugas kebersihan, sebelumnya harus mengeluarkan hingga Rp210.000 per bulan untuk membeli air tandon karena air sumur di rumahnya berwarna kuning, berbau, dan tidak layak dikonsumsi.
Hal serupa dialami Minten Setyowati, warga Teluk Lingga yang menjalankan usaha laundry. Sebelum mendapatkan layanan air bersih, ia menghabiskan lebih dari Rp300.000 per bulan untuk membeli air tandon. Setelah layanan IPA Kudungga tersedia, pengeluaran airnya turun hingga 50%. “Sekarang tidak perlu lagi menunggu tandon datang. Tinggal putar keran, air langsung keluar,” ujar Minten.
Dari sisi kapasitas, IPA Kudungga menyumbang sekitar 23,3% dari total produksi air bersih Sangatta yang mencapai 430 liter per detik. Jaringannya menjangkau sejumlah kawasan, antara lain Kampung Tator, Jalan Duyung, Bukit Pelangi, RSUD Kudungga, dan Pelabuhan Kudungga.
Baca Juga: Bumi Resources Perkuat ESG dan Tata Kelola HAM
Untuk memastikan kualitas air, air baku menjalani proses pengolahan sebelum didistribusikan. Pengujian juga dilakukan secara berkala oleh lembaga independen terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN). Hasil pengujian disebut menunjukkan air memenuhi standar baku mutu yang berlaku.
Pemanfaatan sumber air dari kawasan pascatambang ini menunjukkan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan operator layanan air dalam memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar. Inisiatif tersebut juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Melalui dukungan terhadap penyediaan air bersih, KPC turut berkontribusi pada upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













