Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana Pemerintah untuk membangun kawasan perumahan terintegrasi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan jaringan gas (jargas) dinilai sebagai langkah strategis.
Dewan Energi Nasional (DEN) memandang konsep pengembangan perumahan baru terpadu ini menjadi momentum tepat untuk mengoptimalkan infrastruktur jargas secara efisien.
Inisiatif pembangunan kawasan perumahan terintegrasi tersebut rencananya bakal didukung oleh skenario pembiayaan awal dari Danantara.
Konsep infrastruktur ini sejalan dengan target pemerintah yang membidik pembangun satu juta Sambungan Rumah tangga (SR) jargas pada tahun 2028 mendatang guna menekan beban impor energi fosil secara bertahap.
Baca Juga: Bergabung dengan Lexmark, Xerox Kembali ke Indonesia, GLVA Jadi Mitra Distribusi
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Saleh Abdurrahman menilai skema pembangunan di lokasi permukiman baru jauh lebih efektif dibanding memasang jargas di kawasan pemukiman lama.
"Saya kira ini ide yang bagus. Jargas memang akan optimal dibangun pada kawasan baru karena bisa disesuaikan dengan disain dan fasilitas komplek perumahan," ujarnya kepada Kontan.co.id, Rabu (14/10/2026).
Guna memastikan implementasi proyek di lapangan berjalan efektif, pemerintah dipandang perlu menyusun regulasi pendukung bagi pengembang properti.
Saleh mengungkapkan, adanya payung hukum yang tegas dinilai bakal memberikan kepastian bagi pihak pengembang perumahan baru dalam menyediakan jaringan energi terbarukan dan jargas sejak tahap perencanaan.
"Memang sebaiknya ada aturan yang mendorong atau mengikat pengembang untuk menggunakan PLTS dan Jargas," ungkapnya.
Di samping mendorong kemandirian energi nasional, integrasi infrastruktur ini diproyeksikan mampu berdampak langsung pada pengurangan konsumsi LPG bersubsidi di tingkat rumah tangga.
"Tentu jika semakin banyak masyarakat yang menggunakan Jargas, bisa menurunkan konsumsi LPG," pungkasnya.
Baca Juga: Barelang Dilirik untuk Data Center, BP Batam: Potensi Investasi Rp 500 Triliun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














