kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Kelud marah, Kemkominfo atasi gangguan komunikasi


Jumat, 14 Februari 2014 / 10:54 WIB
ILUSTRASI. Nasabah melakukan pembayaran kredit di kantor cabang BFI Finance, Tangerang Selatan, Kamis (2/9). /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/02/09/2021.


Reporter: Merlinda Riska | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Kementerian Kominfo melakukan koordinasi dengan para penyelenggara telekomunikasi di sebagian wilayah Jawa Timur. Hal ini untuk menangani gangguan layanan telekomunikasi karena meletusnya Gunung Kelud.

Seperti yang diketahui, pada Kamis (13/2) tengah malam telah terjadi letusan Gunung Kelud yang terletak di antara Malang, Kediri dan Blitar Jawa Timur yang diawali dengan keluarnya awan panas secara eksplosif.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kominfo Gatot S. Dewa Broto menyampaikan laporan situasi terakhir di sekitar Gunung Kelud dalam siaran persnya, Jumat (14/2).

Kondisi layanan telekomunikasi terganggu khususnya hingga pada radius KM 20 dari puncak Gunung Kelud. Gangguan ini disebabkan karena terputusnya suplai energi (PLN) dan tertutupnya BTS oleh abu vulkanik yang sangat tebal.

"Di luar area tersebut relatif cukup lancar meski terjadi lonjakan trafik telekomunikasi yang tinggi baik incoming maupun outgoing di sekitar 3 daerah tersebut. Mulai pagi ini seluruh penyelenggara telekomunikasi terus melakukan recovery," katanya.

Kominfo akan terus melakukan monitoring dan koordinasi dengan para penyelenggara telekomunikasi terhadap pemulihan pasca letusan Gunung Kelud. Dampaknya sangat signifikan karena hujan abunya tersebar hingga radius sekitar lebih dari 300 km dari puncak Gunung Kelud.

Pihak Kominfo menambahkan, masyarakat diimbau untuk tidak percaya dengan informasi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan akurasinya. Contohnya, akan ada gempa bumi dan letusan susulan pada kisaran 2 atau 3 jam berikutnya, karena informasi akurat hanya dipublikasikan oleh instansi terkait seperti misalnya BNPB dan dari Kementerian ESDM. "Masyarakat yang mengedarkan dan turut mengedarkan informasi palsu dapat dijerat dengan UU ITE," tegasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×