kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Kembangkan Bandara Komodo, Kemenhub targetkan kapasitas penumpang naik jadi 4 juta


Kamis, 26 Desember 2019 / 22:57 WIB
Kembangkan Bandara Komodo, Kemenhub targetkan kapasitas penumpang naik jadi 4 juta
ILUSTRASI. Bandara Komodo Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/01/09/2019

Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah akan mengembangkan Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo dengan skema Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). Ditargetkan, dengan pengembangan bandara ini maka kapasitas penumpang akan meningkat selama masa kerja sama.

"Saat ini [kapasitas penumpang] baru 600.000 penumpang, dan ini kita harapkan menjadi 4 juta penumpang kurang dari 10 tahun," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kamis (26/12).

Pemerintah baru saja mengumumkan bahwa Konsorsium CAS dengan anggota PT. Cardig Aero Service (CAS), Changi Airports International Pte Ltd. (CAI) dan Changi Airports MENA Pte Ltd. sebagai pemenang Proyek Pengembangan Bandara Komodo Labuan Bajo melalui skema KPBU. Masa konsesi ini selama 25 tahun.

Baca Juga: Setelah Komodo, pemerintah bakal banyak tawarkan proyek bandara ke investor asing

Nantinya,  ruang lingkup dari pproyek KPBU Bandara Komodo ini adalah merancang, membangun serta membiayai pembangunan fasilitas sisi udara, seperti perpanjangan dan perkerasan landasan pacu (runway), penambahan apron, stopway dan RESA. Ada juga pengembangan fasilitas sisi darat seperti perluasan terminal penumpang domestik dan internasional, kantor dan gedung juga fasilitas pendukung lain.

Budi menyebut, setelah dilakukan perluasan runway, maka panjang runway akan menjadi 2.750 meter dari saat ini yang hanya 2.400 meter. Menurutnya, perluasan runway ini bisa membuat penumpang internasional bertambah.

"Investasi runway yang menjadi 2.750 meter artinya pesawat menengah A300 yang bisa mencapai ke sampai China dan Jepang langsung bisa mendarat di Labuan Bajo," ujar Budi.

Baca Juga: Indonesia to offer more airport management projects to foreign firms in 2020

Dia mengatakan, perluasan runway ini memakan waktu paling lama 2 tahun, sementara penambahan kapasitas terminal dilakukan bertahap dan diperkirakan akan memakan waktu paling lama 5 tahun.

Tak hanya pembangunan, ruang lingkup kerja sama ini juga mencakup pengoperasian bandara Komodo selama 25 tahun, juga memelihara seluruh infrastruktur dan fasilitas bandara selama masa kerja sama.

Setelah masa kerja sama selesai, maka konsorsium akan menyerahkan seluruh infrastruktur dan fasilitas bandara Komodo kepada pemerintah.




TERBARU

Close [X]
×