kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.058   58,00   0,32%
  • IDX 5.730   -210,77   -3,55%
  • KOMPAS100 758   -27,46   -3,50%
  • LQ45 573   -16,40   -2,78%
  • ISSI 199   -7,27   -3,53%
  • IDX30 325   -8,75   -2,62%
  • IDXHIDIV20 404   -8,46   -2,05%
  • IDX80 86   -2,88   -3,24%
  • IDXV30 110   -3,37   -2,97%
  • IDXQ30 105   -2,52   -2,33%

KemenkopUKM siap dirikan rumah produksi bersama kluster bawang merah di Brebes


Minggu, 09 Mei 2021 / 15:04 WIB
ILUSTRASI. Pedagang sedang beraktivitas saat menjual bawang mera


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebagai tindak lanjut dari arahan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki untuk memprioritaskan pendirian factory sharing pada produk unggulan di suatu daerah, terutama olahan untuk produk hasil pertanian yang mempunyai kontribusi signifikan terhadap laju inflasi.

Pada tahun 2021, Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) membidik Kabupaten Brebes sebagai daerah percontohan untuk program Rumah Produksi Bersama (factory sharing) bagi pengembangan produk UMKM.

Langkah tersebut sesuai keunggulan dan potensi daerah Brebes. Dimana rumah produksi bersama nantinya akan difokuskan untuk klaster produk olahan bawang merah.

Baca Juga: Seminggu jelang Lebaran, harga sejumlah bahan pangan kembali naik

Upaya tersebut dilakukan sebagai salah satu solusi pemerintah dalam mengatasi anjloknya harga bawang merah di Brebes saat musim panen raya.

"Kita memang mempunyai program rumah produksi bersama UMKM, dan salah satu sasarannya adalah Kabupaten Brebes. Untuk sementara di Brebes ini, kita fokuskan kepada produk olahan bawang merah. Sehingga nantinya dapat membantu menstabilkan harga bawang ini saat panen raya," ujar Sekretaris KemenkopUKM, Arif Rahman Hakim dalam siaran pers yang diterima Kontan.co.id pada Minggu (9/5).

Rumah produksi bersama merupakan sebuah metode bagaimana supaya pelaku usaha, utamanya pelaku UMKM bisa memenuhi skala ekonomi. Di Brebes misalnya, banyak petani bawang merah dan menjadi daerah sentra penghasil bawang merah.

Namun ketika para petani bawang merah itu mengolah hasil dari pertaniannya sendiri-sendiri tentu tidak akan memenuhi skala ekonomi, karena biayanya sangat mahal.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×