Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai kembalinya aktivitas manufaktur ke zona ekspansi pada Juli 2026 didukung sejumlah kebijakan pemerintah, termasuk kepastian implementasi Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) dan relaksasi bea masuk bahan baku plastik.
Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif mengatakan, kenaikan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia ke level 50,2 pada Juli 2026 dari 46,9 pada Juni menunjukkan aktivitas produksi industri mulai membaik.
"Kenaikan PMI mengonfirmasi roda produksi industri pengolahan kembali bergerak. Peningkatan output dan penyerapan tenaga kerja menunjukkan kepercayaan konsumen serta permintaan domestik mulai membaik," ujar Febri dalam keterangan resmi, Senin (3/8/2026).
Baca Juga: Pendapatan RMK Energy (RMKE) Melonjak 176,68% pada Semester I-2026, Cek Pemicunya
Berdasarkan survei S&P Global, PMI manufaktur Indonesia kembali berada di atas level 50 setelah sempat terkontraksi pada bulan sebelumnya. Perbaikan tersebut didorong oleh peningkatan output untuk pertama kalinya sejak Februari 2026, stabilnya pesanan baru, serta bertambahnya tenaga kerja setelah empat bulan mengalami penurunan.
Survei yang sama juga menunjukkan optimisme pelaku usaha terhadap prospek 12 bulan ke depan mencapai level tertinggi dalam enam bulan terakhir. Di sisi lain, laju kenaikan biaya bahan baku melambat ke level terendah dalam empat bulan.
Menurut Febri, salah satu faktor yang menopang optimisme tersebut adalah kepastian implementasi HGBT bagi industri.
Ia menilai kebijakan tersebut membantu menjaga daya saing industri pengguna gas, seperti pupuk, petrokimia, keramik, kaca, baja, sarung tangan karet, hingga oleokimia, melalui kepastian harga dan pasokan energi.
Selain itu, pemerintah juga telah memberlakukan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) mengenai relaksasi bea masuk impor bahan baku plastik.
Febri mengatakan kebijakan tersebut diharapkan dapat mengurangi tekanan biaya produksi bagi industri yang menggunakan bahan baku plastik, seperti industri kemasan, makanan dan minuman, otomotif, serta elektronika.
"Kombinasi kepastian HGBT dan relaksasi bea masuk bahan baku plastik membantu menjaga efisiensi struktur biaya industri sekaligus menopang optimisme pelaku usaha," katanya.
Meski demikian, Kemenperin mengingatkan pelaku industri tetap mewaspadai ketidakpastian rantai pasok global dan fluktuasi nilai tukar. Pemerintah, kata Febri, akan terus mengawal ketersediaan bahan baku, pasokan energi, serta perlindungan pasar domestik agar tren pemulihan manufaktur dapat berlanjut.
Baca Juga: Harga Pertamax Turun Awal Agustus 2026, Bahlil Bilang Begini
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
