kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Kementerian ESDM: Potensi PLTS terapung mencapai 3.000 MW


Jumat, 15 Januari 2021 / 19:29 WIB
ILUSTRASI. Gambar rancangan panel surya pada PLTS Terapung Cirata di kawasan Waduk Cirata, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.


Reporter: Filemon Agung | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan potensi pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung mencapai 3.000 MW.

Menurut Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Dadan Kusdiana, potensi ini meliputi danau dan waduk yang telah memiliki pengembangan PLTA di dalamnya.

"Kami sudah hitung sekitar 3.000 MW yang mirip dengan PLTS Cirata, artinya ada danau dan ada PLTA-nya," jelas Dadan, Kamis (14/1).

Baca Juga: Kementerian ESDM: Investasi sektor EBTKE capai US$ 1,36 miliar di 2020

Kendati demikian, menurut Dadan, sejatinya potensi pengembangan PLTS terapung bisa mencapai 20.000 MW namun sulit dilakukan pasalnya sebagian waduk dan danau belum dimanfaatkan untuk pengembangan PLTA.

Dadan menambahkan, pengembangan PLTS terapung yang dilakukan di waduk atau danau yang telah memiliki PLTA bertujuan untuk saling mengisi energi jika kondisi hujan atau sinar matahari dinilai kurang untuk mengisi daya PLTS.

Hal ini juga dinilai bakal memudahkan pengaturan listrik yang mudah oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Dadan menambahkan, strategi pengembangan PLTS terapung bakal didorong untuk masuk dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) sebelum 2025 mendatang.

Asal tahu saja, pengembangan PLTS terapung sebelumnya dilakukan di PLTSTerapung Cirata dengan kapasitas 145 MW.

Selanjutnya: Meleset dari target, bauran EBT di tahun 2020 baru capai 11,51%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×