kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.810.000   -40.000   -1,40%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Kenaikan upah buruh hantui industri kelapa sawit


Kamis, 27 November 2014 / 19:36 WIB
Kenaikan upah buruh hantui industri kelapa sawit
ILUSTRASI. 4 Manfaat Glutathione untuk Kecantikan Kulit.


Reporter: Handoyo | Editor: Uji Agung Santosa

BANDUNG. Isu yang menjadi perhatian bagi industri kelapa sawit adalah persoalan upah buruh. Dengan tingginya upah buruh yang terus meningkat setiap tahun membuat biaya produksi yang harus dikeluarkan perusahaan semakin tinggi.

Hariyadi B Sukamdani, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) mengatakan, upah buruh tahun 2014 ini mengalami kenaikan sebesar 16,89%. Dengan kenaikan tersebut maka ongkos produksi yang harus ditanggung untuk upah berada diantara 31,24%-32,74%. Bahkan di tahun 2015 mendatang diperkirakan ada tuntutan untuk naik 10%.

Pasar ekspor CPO sendiri diproyeksikan masih belum ada pertumbuhan yang mengembirakan pada tahun 2015 mendatang. Hal tersebut terutamanaya karena masih belum pulihnya kondisi perekonomian di negara tujuan ekspor CPO Indonesia yakni Cina dan India.

"Inflasi dan nilai tukar yang dipengaruhi Amerika Serikat (AS) mempengaruhi produk sawit pasarnya," kata Sekretaris Jenderal Kementan Hari Priyono mengatakan. Karenanya, hilirisasi CPO perlu dipercepat implementasinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×