kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.927   18,00   0,10%
  • IDX 5.943   17,05   0,29%
  • KOMPAS100 770   4,91   0,64%
  • LQ45 595   5,40   0,92%
  • ISSI 205   -0,19   -0,09%
  • IDX30 331   2,96   0,90%
  • IDXHIDIV20 424   2,54   0,60%
  • IDX80 88   0,63   0,72%
  • IDXV30 116   0,69   0,59%
  • IDXQ30 108   0,68   0,63%

Kendala Pasokan BBM Berulang, FKBI Minta Disparitas Harga Terlalu Tinggi


Rabu, 14 Oktober 2026 / 17:23 WIB
Kendala Pasokan BBM Berulang, FKBI Minta Disparitas Harga Terlalu Tinggi
ILUSTRASI. Antrean kendaraan di sejumlah SPBU Bali (ANTARA FOTO/NYOMAN HENDRA WIBOWO)


Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hambatan pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah daerah salah satunya dipicu oleh disparitas harga yang terlalu tinggi antara BBM bersubsidi dan BBM non-subsidi.

Ketua Umum Forum Konsumen Berdaya Indonesia Tulus Abadi mengatakan, ada benarnya jika terhambatnya pasokan BBM salah satunya dipicu oleh peningkatan konsumsi BBM bersubsidi.

Karena itu, ia menilai Pertamina perlu terbuka mengenai seberapa jauh kemampuan pasokan BBM bersubsidi jika dibandingkan dengan lonjakan permintaannya.

Baca Juga: Ciputra International Perkuat Ekosistem Bisnis dan Hunian

"Pertamina harus transparan, kemampuan pasokan BBM bersubsidi tahan berapa lama terhadap peningkatan permintaan BBM bersubsidi," jelas Tulus kepada Kontan, Rabu (14/10/2026).

Di sisi lain, ia menilai disparitas harga produk BBM bersubsidi dengan non-subsidi memang terlalu tinggi. Dus, Tulus mengimbau selisih harga tersebut dapat dipersempit.

"Maka solusi idealnya disparitas itu harus diperkecil, caranya bisa harga BBM nonsubsidi sedikit diturunkan, dan atau, harga BBM subsidi direview kembali," kata Tulus.

Bagaimanapun, ia menyoroti masalah distribusi BBM dan kelangkaannya tidak serta merta menjadi tanggung jawab Pertamina semata.

FKBI mendorong pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai regulator juga turut mengevaluasi akar permasalahan kendala stok di SPBU yang berulang kali menjadi isu.

Tulus juga menyoroti kemungkinan adanya tekanan pada arus kas Pertamina akibat keterlambatan pencairan subsidi dan kompensasi dari pemerintah, berimbas pada penyaluran BBM yang kurang optimal.

"Dari sisi hulu, ada faktor pemicu dari sisi kebijakan oleh regulator, baik itu Kementerian ESDM, yang banyak memberikan penugasan-penugasan kepada Pertamina, dan atau bahkan DPR," ujar dia.

Baca Juga: Artotel Group Luncurkan Hotel Butik di Wonosobo, Bidik Pasar Wisata dan MICE

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×