kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kendati krisis ekonomi, Shell pertahankan pasar


Rabu, 28 Agustus 2013 / 17:53 WIB
ILUSTRASI. Pekerja menggunakan alat berat untuk memindahkan tumpukan pupuk di pabrik pengantongan PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang, Sumatra Selatan, Jumat (28/5/2021).ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/rwa.


Reporter: Hendrika Yunapritta |

HAMBURG. Krisis ekonomi yang terjadi di banyak negara tentu mempengaruhi perputaran industri, termasuk para konsumen pelumas Shell.

Richard Tucker, Technology Manager - Commercial and Industrial Lubricants Shell Global Solutions, mengatakan bahwa kondisi krisis mendorong konsumen mereka melakukan efisiensi untuk pemeliharaan mesin dan penggunaan bahan bakar. Hal itu, kata Tucker, bisa diakomodasi dari penggunaan pelumas.

"Kebutuhan pelumas seperti itulah yang berusaha kami penuhi," katanya di Shell Technology Centre, Hamburg.

Menurut Tucker, pelumas Shell menguasai 13% pasar global. "Itu dari pelanggan-pelanggan besar kami. Shell memimpin pasar selama enam tahun belakangan, termasuk ketika terjadi krisis di beberapa negara," kata dia. Tahun ini, diperkirakan konsumsi pelumas dunia mencapai 41 juta metrik ton.

Di pasar, Shell memasarkan 3.000 merek oli untuk berbagai kebutuhan, dari motor sampai alat berat dan industri, misalnya Shell Rimula, Shell Helix, dan Shell Rotella. Pelumas tersebut dipasarkan ke 100 negara dan diproduksi dari 50 pabrik oli yang terdapat di beberapa negara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×