kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Kerja sama BAT dan GMF dalam pengembangan MRO bakal menghemat devisa


Kamis, 15 Agustus 2019 / 09:23 WIB
Kerja sama BAT dan GMF dalam pengembangan MRO bakal menghemat devisa
ILUSTRASI. Hanggar PT Batam Aero Technic

Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - BATAM. Batam Aero Technic (BAT) dan Garuda Maintenance Facility AeroAsia (GMF) menjalin kesepakatan pengembangan kerjasama pembangunan hanggar tahap III dan hanggar joint venture.

Melalui pengembangan maintanace, repair, overhaul (MRO) ini diharapkan mampu menghemat biaya sektor penerbangan. Presiden Direktur Lion Air Group, Edward Sirait mengungkapkan bisnis MRO mampu menghemat devisa dan bisa menyerap investasi dari luar negeri lebih dari US$ 100 juta.

Di kesempatan yang sama Menko Perekonomian Darmin Nasution menyebut bahwa biaya perawatan menjadi salah satu biaya terbesar bagi industri penerbangan dan potensi permintaan dari pasar terus membesar. “Saat ini kita hanya mampu mengerjakan sekitar 30% hingga 35% perawatan pesawat,” ujarnya, Rabu (14/8).

Baca Juga: Lion Air dan Garuda Indonesia bangun 8 hanggar perawatan pesawat di Batam

Dengan adanya kerjasama tersebut ia bilang mampu menekan biaya industri penerbangan serta berharap industri penerbangan bisa lebih kompetitif dan terus bertumbuh.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi juga mengungkapkan hal yang sama. Ia menilai pengembangan sektor MRO di Indonesia akan mengurangi beban biaya operasional yang harus ditanggung industri penerbangan.

Ia mengatakan selain avtur dan leasing, industri penerbangan juga harus mengeluarkan biaya cukup banyak untuk perawatan pesawat. Kerja sama antara BAT dan GMF ini, sambungnya bisa menghemat devisa negara lantaran tak perlu melakukan perawatan pesawat ke luar negeri.

Plt. Direktur Utama GMF Tazar Marta Kurniawan menambahkan adanya MRO dapat menghemat devisa sampai US$ 750 juta.

Baca Juga: Total investasi pembangunan hanggar Lion Air di Batam capai Rp 10 triliun




TERBARU

Close [X]
×