Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di dunia pendidikan menjadi tantangan bagi tenaga pengajar. Guru dituntut meningkatkan kemampuan digital agar dapat mengimbangi penggunaan teknologi yang semakin akrab dengan keseharian siswa.
Vice President Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi mengkhawatirkan kesenjangan kemampuan penggunaan AI antara guru dan murid. Menurutnya, tenaga pendidik perlu memahami pemanfaatan teknologi tersebut agar tetap dapat mengarahkan proses pembelajaran.
"Kami melihat rasanya gurunya harus mengetahui seperti apa penggunaan AI khususnya di bidang pendidikan," ujar Fahmi, Rabu (23/9).
CEO dan Founder Eduqate, Dwina M. Putri mengatakan, peningkatan kompetensi digital diperlukan agar guru tetap mampu mengawasi penggunaan AI oleh siswa.
Tantangan laia adalah kesenjangan akses teknologi, terutama bagi tenaga pengajar di daerah yang masih menghadapi keterbatasan jaringan internet dan perangkat digital.
Baca Juga: Ekspansi Data Center Indonesia Dorong Kebutuhan Listrik dan Air
Tressya Litaay, guru matematika SMAN 38 Maluku Tengah mengungkapkan, keterbatasan sinyal dan kepemilikan perangkat menjadi kendala dalam pemanfaatan AI di sekolahnya.
Sementara itu, Arief Rachman, guru SMKN 1 Garut, menilai penguasaan teknologi juga penting bagi guru senior agar tidak tertinggal dari perkembangan kemampuan digital siswa.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Telkomsel menggelar program Terpujilah Guru 2026 yang menjangkau lebih dari 3.800 guru SMA, SMK dan MA sejak Mei 2026.
Program ini mencakup pelatihan pemanfaatan AI, pembuatan konten digital, serta pengembangan metode pembelajaran. Sebanyak 1.500 peserta mengikuti proses seleksi bertahap hingga terpilih 12 finalis yang menjalani pelatihan intensif di Jakarta.
Direktur Human Capital Management Telkomsel, Indrawan mengatakan, penguasaan AI perlu diimbangi dengan penguatan kompetensi dasar siswa.
"AI berkembang sangat cepat dan akan memasuki semua lini kehidupan, sehingga kita perlu bersama menguji dan mempelajari adopsi AI melalui program Terpujilah Guru ini," ujar Indrawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














