kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.916.000   4.000   0,14%
  • USD/IDR 16.938   37,00   0,22%
  • IDX 8.291   -18,80   -0,23%
  • KOMPAS100 1.169   -0,71   -0,06%
  • LQ45 837   -1,33   -0,16%
  • ISSI 296   -0,29   -0,10%
  • IDX30 438   0,01   0,00%
  • IDXHIDIV20 521   -3,42   -0,65%
  • IDX80 130   -0,11   -0,09%
  • IDXV30 144   0,39   0,27%
  • IDXQ30 140   -0,93   -0,66%

Kinerja Cashlez Worldwide (CASH) Tertekan pada 2025, Simak Strateginya untuk 2026


Kamis, 19 Februari 2026 / 12:32 WIB
Kinerja Cashlez Worldwide (CASH) Tertekan pada 2025, Simak Strateginya untuk 2026
ILUSTRASI. Logo Cashlez (Dok/PT Cashlez Worldwide Indonesia)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja keuangan PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) tertekan sepanjang tahun buku 2025. 

Melansir keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), CASH mencatat rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 68,11 miliar, melonjak 102% dibandingkan rugi Rp33,7 miliar pada 2024. Sejalan dengan itu, rugi per saham memburuk menjadi minus Rp 47,6 per saham dari minus Rp23,57 per saham pada tahun sebelumnya.

Dari sisi top line, pendapatan Perseroan turun 20% menjadi Rp110,19 miliar dari Rp138,34 miliar pada 2024. Penurunan terutama berasal dari segmen penjualan perangkat yang merosot 26% menjadi Rp77 miliar dari Rp104,56 miliar. Pendapatan merchant discount rate (MDR) juga turun 19% menjadi Rp13,39 miliar dari Rp 17,13 miliar.

Baca Juga: Freeport Teken MoU Perpanjangan Izin Tambang Melampaui Tahun 2041

Meski laba kotor relatif stabil, tekanan kinerja muncul dari lonjakan beban risiko dan biaya operasional. Perseroan mencatat kerugian penurunan nilai piutang sebesar Rp 11,17 miliar, meningkat tajam dibandingkan Rp 360,83 juta pada tahun sebelumnya.

Tekanan tidak hanya terjadi pada laporan laba rugi, tetapi juga pada posisi neraca. Total liabilitas CASH naik 86% menjadi Rp209,59 miliar dari Rp112,5 miliar. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh pinjaman dari PT Bara Alam Utama serta peningkatan uang muka penjualan dari pelanggan pada akhir 2025. Sementara itu, ekuitas tergerus akibat akumulasi rugi berjalan.

Sekretaris Perusahaan CASH Thriyani Rahmania mengatakan perseroan membukukan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar sekitar Rp 68,11 miliar pada 2025, meningkat lebih dari dua kali lipat (102 persen) dibandingkan rugi sekitar Rp33,7 miliar pada 2024. 

"Sejalan dengan itu, rugi per saham juga memburuk menjadi sekitar minus Rp47,6 per saham dari minus Rp23,57 per saham pada tahun sebelumnya," katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Manajemen menilai kinerja 2025 mencerminkan fase penyesuaian fundamental bisnis. Skala transaksi yang ada dinilai belum menghasilkan operating leverage yang cukup untuk menutup struktur biaya tetap industri infrastruktur pembayaran. 

Baca Juga: Hadapi Tekanan Global, Mark Dynamics Optimistis Tren Kinerja Tetap Terjaga

Pada saat yang sama, Perseroan melakukan pengetatan pengakuan pendapatan dan perbaikan kualitas portofolio merchant yang berdampak pada laba jangka pendek.

Ke depan, CASH memprioritaskan perbaikan kualitas transaksi, efisiensi biaya, serta stabilisasi struktur pendanaan sebelum kembali mendorong pertumbuhan yang lebih agresif.

Sebagai informasi, CASH merupakan perusahaan teknologi finansial yang menyediakan solusi pembayaran digital terintegrasi, termasuk distribusi perangkat dan infrastruktur penerima pembayaran bagi merchant dari skala UMKM hingga korporasi. 

Perseroan berfokus pada bisnis payment acquiring yang menggabungkan perangkat, sistem, dan layanan transaksi dalam satu platform terintegrasi.

Selanjutnya: Freeport Teken MoU Perpanjangan Izin Tambang Melampaui Tahun 2041

Menarik Dibaca: Kerja Fleksibel Bukan Sekadar Tren, Ini Dampaknya bagi Pekerja

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×