kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,51   7,16   0.77%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Koka Indonesia (KOKA) Teken Kontrak Infrastruktur Baru Senilai Rp 81 Miliar


Rabu, 04 Oktober 2023 / 15:27 WIB
Koka Indonesia (KOKA) Teken Kontrak Infrastruktur Baru Senilai Rp 81 Miliar
ILUSTRASI. Hasil pembangunan gedung oleh?perusahaan konstruksi?PT Koka Indonesia Tbk.


Reporter: Recha Dermawan | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) perusahaan kontraktor umum proyek konstruksi, teknik mesin, teknik geoteknik, desain interior, dan furniture ini baru saja selesai menandatangani kontrak senilai Rp 81 Miliar.

Adapun proyek tersebut adalah untuk mengerjakan pembangunan proyek Infrastruktur dengan PT Chengtok Lithium Indonesia di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah. 

Dalam kontrak kerja, pembangunan pekerjaan ini memerlukan waktu kurang lebih selama 5 bulan.

Direktur Keuangan dan Operasional PT Koka Indonesia Tbk, Michael Albert mengatakan, perolehan kontrak baru tersebut akan memperkuat posisi perseroan sebagai kontraktor langsung PT Chengtok Lithium Indonesia. 

Baca Juga: Koka Indonesia (KOKA) Tetapkan Harga IPO Rp 128 per Saham

Selain itu, akan berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan dan keuangan perseroan.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa sebelumnya Koka juga telah menjalin kerjasama dengan PT Chengtok sejak tahun 2021 dalam mendukung proyek manufaktur baterai EV.” kata Michael melansir dari siaran resmi, Rabu (4/10).

Sebagai tambahan, jika pekerjaan berjalan dengan waktu yang diharapkan, Perseroan juga akan segera melanjutkan kerjasama dengan PT Chengtok untuk proyek sejenis yang pengumuman lelangnya baru saja diumumkan dengan nilai sekitar Rp 50 Miliar.

Michael juga menambahkan bahwa Koka Indonesia sendiri sudah memiliki pasar tersendiri dan berpengalaman menangani proyek-proyek asal China di Indonesia. 

Baca Juga: KOCI Memberikan Harga Penawaran IPO Rp 120

“Walaupun Perseroan berbasis dari China atau Tiongkok, untuk penyerapan tenaga kerja kami mengutamakan asal Indonesia. Perseroan merekrut pekerja asal Indonesia bukan hanya di level staf, tetapi juga di level manajerial dan level direktur.” tambah Michael.

Adapun saat ini Koka Indonesia berencana melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 Oktober 2023 lewat penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Dalam IPO ini, KOKA berencana melepaskan sebanyak- banyaknya 715.333.000 saham atau sekitar 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum.

Baca Juga: Akan IPO, Koka Indonesia Incar Pendapatan Naik 40%

Harga saham IPO yang ditawarkan ada di rentang harga antara Rp 128 sampai dengan Rp 161 per saham. Dengan begitu, KOKA berpotensi mengantongi dana segar sebesar Rp 91 miliar hingga Rp 115 miliar dari IPO.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×