Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) membukukan kontrak baru senilai Rp 8,69 triliun hingga Agustus 2026. Realisasi tersebut tumbuh 65,6% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp 5,25 triliun.
Perolehan tersebut didorong oleh sejumlah proyek strategis di sektor infrastruktur, bangunan gedung, industri penunjang konstruksi, hingga energi dan industrial plant.
Komposisi kontrak baru WIKA hingga Agustus 2026 didominasi oleh sektor infrastruktur dan gedung senilai Rp3,17 triliun, atau sekitar 36,5% dari total kontrak baru.
Baca Juga: Bisnis Tambang Mineral United Tractors (UNTR) Terus Digenjot, RKAB Batubara Naik
Disusul sektor industri penunjang konstruksi senilai Rp2,97 triliun (34,2%), sektor energi dan industrial plant senilai Rp2,12 triliun (24,4%), sektor properti senilai Rp266,74 miliar (3,1%), serta investasi senilai Rp165,70 miliar (1,9%).
Corporate Secretary WIKA, Ngatemin alias Emin mengatakan, pertumbuhan kontrak baru hingga Agustus 2026 menunjukkan transformasi yang dijalankan Perseroan semakin memperkuat daya saing sekaligus kepercayaan pemberi kerja terhadap WIKA.
“Pertumbuhan kontrak baru ini merupakan hasil dari strategi selektif yang kami jalankan secara konsisten, dengan memprioritaskan proyek berskema monthly payment dan bernilai tambah tinggi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (23/9/2026).
Salah satu proyek strategis yang saat ini tengah dikerjakan adalah Proyek Penanganan Longsoran Slope 9–10 dan Perbaikan Alinyemen KM 177–KM 178 Jalan Tol Cisumdawu, dengan nilai kontrak Rp294,54 miliar.
Proyek yang diperoleh WIKA pada Juli 2026 ini merupakan upaya penanganan jangka panjang terhadap pergerakan tanah di ruas Tol Cisumdawu. Area KM 177 Bojongtotor hingga KM 178 Mulyasari sebagai titik prioritas karena menjadi salah satu titik pergerakan tanah di jalan tol tersebut.
Baca Juga: Bukit Uluwatu (BUVA) Perkuat Eksposur pada Sektor Hiburan dan Gaya Hidup di Bali
Lingkup pekerjaan WIKA dalam penanganan longsoran ini meliputi pemasangan pondasi dalam (bore pile) di 132 titik, penanganan aliran air permukaan, serta perbaikan jalur utama pada ruas KM 177–KM 178.
Per 21 September 2026, progres penanganan telah mencapai 33,61%, dengan target penyelesaian pekerjaan bore pile pada Desember 2026 dan penyelesaian keseluruhan pekerjaan pada 3 Maret 2027.
Sejumlah tahapan penanganan telah diselesaikan, di antaranya perkuatan pondasi, perataan tanah, serta pemasangan angkur tanah untuk menahan pergerakan lereng.
“Saat ini pekerjaan berfokus pada perkuatan pondasi tambahan di Slope 9, penanganan aliran air permukaan, serta perbaikan jalur utama pada ruas KM 177–KM 178,” paparnya.
Dalam pelaksanaannya, WIKA melibatkan sekitar 253 tenaga kerja dengan penerapan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara konsisten, mulai dari tahap perencanaan hingga pekerjaan berlangsung di lapangan.
Baca Juga: Dayton Resmi Hadir di Indonesia, Bawa Dua Produk Ban Baru
Dari sisi inovasi, WIKA menerapkan metode pondasi dengan pelapis baja permanen yang diperkuat khusus agar tetap kokoh meski dipasang di area rawan pergerakan tanah, sehingga struktur penahan dapat terpasang dengan aman sesuai kedalaman yang direncanakan.
“Setelah rampung, pekerjaan ini akan mengembalikan kondisi badan jalan Tol Cisumdawu pada ruas KM 177+090–177+400, sekaligus meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan yang melintasi kawasan tersebut,” ungkapnya.
Melalui penanganan longsoran, rekonstruksi mainroad, dan perbaikan aliran air di KM 177 Bojongtotor, WIKA berharap proyek ini menjadi solusi yang tuntas agar masyarakat sekitar dan pengguna Tol Cisumdawu dapat merasa aman dan nyaman.
“WIKA berkomitmen menyelesaikan setiap pekerjaan secara tepat mutu, tepat waktu, dan tepat biaya,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














