kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Kontribusi sektor kimia dan tekstil ditargetkan Rp 117 triliun tahun ini


Senin, 19 Februari 2018 / 12:52 WIB
ILUSTRASI. PT Emdeki Utama Tbk


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Potensi industri manufaktur masih besar. Namun ada beberapa hal yang harus dibenahi, khususnya terkait suplai bahan baku industri kimia dan barang kimia. Sebab saat ini mayoritas bahan baku dan intermediate produk masih diimpor. Pada 2017 lalu impor mencapai US$ 20,51 miliar atau sekitar Rp 275 triliun.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengatakan, jika bahan baku bisa diproduksi di dalam negeri tentu dapat meningkatkan nilai tambah sektor ini. Sementara utilisasi produksi pada industri tekstil dan produk tekstil (TPT) juga masih belum optimal dengan rata-rata utilisasi 57,84%. 

"Potensi peningkatan ekspor masih terbuka melalui peningkatan utilisasi yang ada maupun penambahan investasi baru/  serta potensi peningkatan ekspor semakin terbuka jika produk TPT kita dikenakan tarif bea masuk yang sama dengan Vietnam dan Bangladesh," pungkas Airlangga saat breakfast meeting bersama pelaku Industri Kimia, Tekstil dan Aneka (IKTA), Senin (19/2).

Kementerian Perindustrian (Kemperin) mencatat peranan sektor industri pengolahan di tahun 2017 mencapai 20,16% terhadap total Product Domestic Bruto (PDB) nasional, terbesar dibandingkan sektor lainnya.

"Sehingga menjadikan sektor Industri sebagai prime mover perekonomian nasional, sekaligus sebagai tulang punggung ketahanan ekonomi nasional dengan berbasis sumber daya lokal yang memiliki struktur keterkaitan dan kedalaman yang kuat," ujar Airlangga

"Berbagai upaya akan terus kami lakukan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, termasuk di sektor IKTA yang memiliki potensi dan peluang besar untuk mempercepat akselerasi pertumbuhan industri," sebut Airlangga. Oleh karena itu, di tahun 2018 ini Kemperin mengharapkan kontribusi sektor IKTA terhadap nilai investasi sebesar Rp 117 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×