Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja emiten ritel perlengkapan rumah tangga, PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) atau MR.D.I.Y. Indonesia menunjukkan pertumbuhan pada akhir 2025. Perseroan mencatat akselerasi laba pada kuartal IV-2025 di tengah dinamika kondisi makroekonomi dan tekanan daya beli.
Berdasarkan laporan kinerja, laba bersih MR.D.I.Y. Indonesia pada kuartal IV-2025 mencapai Rp 338,6 miliar atau tumbuh 16,2% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 291,3 miliar. Kenaikan laba tersebut ditopang oleh peningkatan produktivitas operasional dan pengelolaan biaya yang lebih disiplin.
Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia Edwin Cheah mengatakan, pertumbuhan tersebut mencerminkan model bisnis berbasis nilai yang dimiliki perseroan masih mampu bertahan di tengah perubahan kondisi ekonomi.
“Pertumbuhan kinerja yang solid pada 2025 mencerminkan skalabilitas model operasional dan manajemen finansial yang disiplin sehingga mampu menghasilkan profitabilitas yang konsisten,” ujar Edwin dalam keterangan resminya, Kamis (12/3).
Secara tahunan, sepanjang Januari–Desember 2025 perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 7,92 triliun atau meningkat 16,7% YoY dari Rp 6,79 triliun pada 2024. Pertumbuhan ini ditopang oleh relevansi produk kebutuhan rumah tangga dengan harga terjangkau serta ekspansi jaringan toko yang terus berlanjut.
Di sisi ekspansi, MR.D.I.Y. Indonesia menambah 272 gerai baru sepanjang 2025. Penambahan tersebut bahkan melampaui target ekspansi perseroan tahun lalu.
Baca Juga: Langkah Hijau MR DIY: Tambah 52 Dropbox Daur Ulang 2025
Chief Financial Officer MR.D.I.Y. Indonesia Rika Juniaty Tanzil menjelaskan, ekspansi agresif itu tetap dijalankan dengan pendekatan disiplin terhadap pengelolaan modal.
Arus kas operasional perseroan tercatat meningkat 70,2% YoY menjadi Rp 1,3 triliun. Sementara itu, rasio gearing tetap terjaga pada level 0,4 kali yang mencerminkan struktur permodalan relatif sehat.
“Pendekatan yang seimbang ini memastikan ekspansi tetap berkelanjutan, didukung kemampuan menghasilkan kas yang kuat serta struktur permodalan yang pruden,” kata Rika.
Seiring dengan kinerja keuangan tersebut, manajemen berencana membagikan dividen tunai minimal 40% dari laba bersih setelah pajak tahun buku 2025. Rencana tersebut akan diajukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) mendatang.
Meski demikian, pelaku industri ritel masih menghadapi tantangan dari dinamika daya beli masyarakat. Di tengah kondisi tersebut, MR.D.I.Y. menilai segmen produk bernilai guna dengan harga terjangkau masih memiliki permintaan yang relatif stabil.
Menurut Edwin, prospek industri ritel domestik tetap terbuka, terutama karena konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi.
“Dengan penetrasi ritel yang masih relatif rendah di berbagai wilayah Indonesia, kami melihat peluang ekspansi masih besar melalui pembukaan toko baru dan peningkatan aksesibilitas produk,” ujarnya.
Sepanjang 2025, MR.D.I.Y. juga mencatat laba bersih sebesar Rp 1,13 triliun, sedikit meningkat dari Rp 1,07 triliun pada tahun sebelumnya. Sementara laba kotor naik menjadi Rp 4,36 triliun dari Rp 3,73 triliun pada 2024.
Baca Juga: Pendapatan Daya Intiguna Yasa (MDIY) Tumbuh Dua Digit hingga Kuartal III-2025
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













